Artikel Terbaru

RS Kusta Alverno, Singkawang: Mengobati dan Merawat Pasien Kusta

Pemukiman kusta dan lepra: Para pasien berpose di depan rumah sakit.
[Novisiat Kapusin Koteng.blocspot.co.id]
RS Kusta Alverno, Singkawang: Mengobati dan Merawat Pasien Kusta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.COM – Penderita kusta dulu sering dianggap sampah dan disisihkan dari masyarakat. Melalui para misionaris, Gereja hadir menyelamatkan mereka.

Tubuhnya penuh luka. Seorang suster lalu melumuri tubuh itu dengan bedak. Kemudian, ia membalut luka-luka itu. Suster itu mengabdikan dirinya untuk melayani pada penderita kusta di Rumah Sakit (RS) Kusta Alverno Singkawang, Kalimantan Barat. Rumah sakit ini sudah sembilan puluh tahun menjadi tempat perawatan para penderita kusta atau lepra.

RS Kusta Alverno merupakan ladang bakti para misionaris Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (OFMCap) dan Suster-suster Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah (SFIC). Di antara begitu banyak pasien yang pernah dirawat di sini ada seorang laki-laki, sebut saja namanya Greg. Setelah selama lima tahun Greg dirawat di RS Kusta Alverno kini ia sudah sembuh. Ia mengaku, RS Kusta Alverno merupakan rumah keajaiban. Waktu ia divonis mengidap kusta, yang ia pikirkan hanyalah kematian.

Greg mendapat pelayanan penuh kasih dari para perawat, dokter, dan suster. Greg yang siap mati akhirnya memikirkan ulang hidupnya. “Rumah sakit ini adalah rahmat. Saya bisa sembuh karena Tuhan hadir dalam pelayanan para dokter dan perawat di sini,” ujarnya.

RS Kusta Alverno memberikan perawatan secara gratis kepada semua pasien kusta. Hampir semua pasien yang berobat berasal dari keluarga tak mampu bahkan ada pasien yang dibuang oleh keluarganya.

Gubuk Sagu
Pada 1911 Singkawang merupakan kawasan rentan terhadap penyakit kusta. Pada masa itu para penderita kusta tersebar di seantero Singkawang. Melihat situa si yang memprihatinkan itu, para misionaris berinisiatif untuk merawat.

Awalnya beberapa penderita kusta dirawat di sebuah gubuk sederhana, beratap daun sagu di kaki Gunung Sari, sekitar 1,5 kilometer sebelah selatan Singkawang. Pelayanan semakin berkembang, tahun 1914 dibangunlah beberapa rumah sederhana untuk para penderita juga sebuah kapel kecil di dekatnya. Biaya pembangunan sebagian dengan biaya Misi dan bantuan dari pemerintah Hindia Belanda.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*