Artikel Terbaru

St Regina: Dihukum Mati oleh Ayahnya Sendiri

St Regina
[catholicfire.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com – Meski usianya pendek, keberaniannya memegang iman menunjukkan kedewasaan. Demi Kristus, ia rela mati dipenggal kepalanya daripada murtad.

Semua mata memandang gadis yang menjadi pesakitan. Dengan sisa tenaga, ia memasuki pintu pengadilan Kota Alesia (kini: Alise-Sainte-Reine, Keuskupan Autun-Châlonsur-Saône-Mâcon-Cluny, Perancis). Terlihat luka-luka akibat ikatan rantai di kedua tangannya. Meski tubuh terlihat kurus, ia masih nampak menawan.

Sontak si gadis terkejut. Ia melihat seseorang yang tak asing lagi. Ayah kandungnya, Klemens menjadi hakim dalam persidangannya. Ia hanya bisa menatap lesu sang hakim sembari berharap ada pembelaan untuknya.

Usai melewati detik-detik menegangkan, sang hakim memutuskan, pengadilan menghukum penggal si gadis. Ia hanya bisa memandangi ayahnya dengan tatapan lunglai. Baginya ini jalan terbaik, mati untuk Kristus! Ia lebih memilih jalan derita ketimbang menjadi istri Prefek Galia penyembah berhala, Quintus Olybrius.

Gadis itulah St Regina. Ia dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya tahun 286 pada masa pemerintahan Kaisar Maksimianus (286-305). Namun, ada juga yang mengatakan, kemartiran St Regina terjadi zaman penganiayaan Gereja tahun 251 pada masa pemerintahan Kaisar Traianus Desius (249-251).

Iman Baru Regina berasal dari keluarga non Kristiani. Ia lahir di Kota Alesia, Perancis sekitar abad III. Ibunya meninggal saat melahirkan Regina. Sementara ayahnya seorang hakim terkenal di kota itu. Setelah kematian sang ibu, ayahnya mengasuh Regina kecil. Ia mengalami kesulitan karena Regina kecil sakit-sakitan. Tak ada pilihan lain. Ia menitipkan si kecil pada Natalie, perempuan pemilik peternakan yang menganut agama Kristen.

Natalie tergolong seorang Kristiani saleh. Ia merawat Regina dengan kasih sembari menanamkan nilai-nilai kristiani kepadanya. Tak pelak, Regina dibaptis dan tumbuh dalam balutan kristianitas.

Klemens seakan lupa akan putrinya. Ia tak pernah menampakkan batang hidungnya. Relasi bapak-anak pun terasa hambar. Sebaliknya relasi Regina dan Natalie begitu kuat. Ia mencintai Regina bak putrinya sendiri.

Sayang, kebersamaan Natalie dan Regina terganggu. Klemens muncul di rumah Natalie. Ia tak menyangka, Regina telah tumbuh menjadi gadis cantik. Ia pun berniat membawa Regina pergi bersamanya dengan dalih menjenguk putrinya dan mengajak Regina menonton pawai.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*