Artikel Terbaru

Merawat Toleransi, Mencipta Perdamaian

FKUB Provinsi DKI Jakarta menerima Panitia Pembangunan Gereja Pakuwon.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Merawat Toleransi, Mencipta Perdamaian
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKebhinnekaan agama, suku, budaya, golongan mewarnai Tanah Air. Perwakilan agama melalui FKUB Provinsi DKI Jakarta mengusung berbagai kegiatan untuk membina kerukunan dan merawat toleransi antarumat beragama.

Perwakilan agama-agama dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk terus menciptakan kerukunan dan merawat toleransi antarumat beragama. Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta KH. Ahmad Syafi’i Mufid menandaskan bahwa pada hakikatnya agama mengajarkan perdamaian, welas asih, dan kasih sayang. Untuk menciptakan perdamaian, semangat toleransi mesti terus dikembangkan di antara umat beragama.

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas keberagaman agama, budaya, suku, dan golongan. “Menurut saya, peradaban Indonesia itu dibangun umat beragama. Sejarah Indonesia dimulai dari Kerajaan Hindu puncaknya Majapahit, Kerajaan Budha puncaknya Sriwijaya, kesultanan-kesultanan Islam, hingga kolonial Belanda. Gedung Sumpah Pemuda di Kramat itu milik Katolik,” papar Syafi’i Mufid.

Hidup Bersama
Di tengah kebhinnekaan Indonesia, FKUB Provinsi DKI Jakarta berusaha untuk menggagas Sekolah Agama-agama dan Bina Damai (SABDA). Dalam penyelenggaraan SABDA, FKUB Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan PUSAD Paramadina dan The Asia Foundation. SABDA pertama diadakan pada 8-13 Juni 2015 di Pondok Remaja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Cipayung. Ada 27 orang yang mengikuti SABDA. Mereka merupakan utusan dari masing-masing majelis agama di DKI Jakarta.

Menurut Syafi’i Mufid, pembentukan sekolah ini mengusung kurikulum perdamaian menurut agama-agama. Harapannya, perwakilan agama-agama ini bisa hidup bersama, memiliki keterampilan bina damai, demi Indonesia damai. Dalam SABDA, peserta diajak mengenal agama-agama yang ada di Indonesia, manajemen konflik, mengetahui sejarah dan peran FKUB, serta pemberdayaan masyarakat untuk kerukunan.

Romo Antonius Suyadi yang terlibat dalam Komisi Dialog dan Pemberdayaan FKUB Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, bahwa SABDA juga menjadi sarana untuk mempersiapkan penerus tokoh-tokoh FKUB. Selama ini, tokoh-tokoh di FKUB terlibat dan mencetak juru damai di tempat masing-masing.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*