Artikel Terbaru

Ignatius Budiono: Wakil Rakyat Bersemangat Cleaning Service

Ignatius Budiono
[HIDUP/Edward Wirawan]

HIDUPKATOLIK.comRomo, nama beken anggota DPRD Provinsi Jawa Barat empat periode ini. Ia satu-satunya anggota dewan yang beragama Katolik. Bagi dia, menjadi wakil rakyat adalah panggilan.

Sebuah mobil abu-abu metalik memasuki Pesantren Albajuri Cianjur, Jawa Barat. Seorang laki-laki berbadan ramping turun sembari melempar senyum kepada beberapa santri. “Selamat datang Romo, Pak Kyai ada di dalam,” ujar seorang santri. Lelaki itu menyalami para santri. Sesaat kemudian, ia masuk ke ruangan di mana pemimpin pesantren menunggu.

Lelaki yang disapa “Romo” itu bukanlah seorang imam. Ia adalah Ignatius Budiono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Ia adalah satu-satunya wakil rakyat yang beragama Katolik. “Mungkin karena itu, mereka menyapa saya Romo,” ujarnya. Bahkan Uskup Emeritus Bogor Mgr Cosmas Michael Angkur OFM juga menyapa dia “Romo”.

Cleaning Service
Pada 1999, ia memulai perjalanan menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP). Legio Mariae, kata Romo, adalah ihwal keterlibatannya dalam dunia politik. Ini terdengar aneh. Di Legio Mariae, lanjutnya, ia setiap Minggu mengunjungi orang sakit dan miskin. Hatinya jatuh iba pada nasib mereka. Di Legio Mariae juga, ia bertemu dengan orang-orang yang terlibat dalam gerakan penentang Orde Baru. “Pergaulan dengan mereka adalah titik kisar saya belajar politik.”

Hari pertama masuk di kantor wakil rakyat Jawa Barat, Romo berikrar menjadi “cleaning service” yang baik. Bagi ayah dua anak ini, arti dari jabatan sebagai wakil rakyat adalah pelayan bagi masyarakat. Maka, Romo selalu turun ke akar rumput setiap kali jadwal reses. Saat inilah, ia bertanya apa yang dibutuhkan masyarakat. “Mereka butuh masjid, pesantren, listrik, infrastruktur, sarana seperti ambulans, dan yang lain,” ujarnya.

Pergaulan, kata Romo, berarti mengenal orang lain. Setelah mengenal, jadikan sebagai sahabat dan setelah bersahabat, jadikan saudara. Prinsip ini berbuah lebat. Romo mengaku, empat periode berstatus sebagai anggota DPRD, ia hanya bermodalkan keakraban dengan konstituen. Hal itu diamini Rianto, tenaga ahli yang sudah lima tahun mendampingi Romo. “Kampanye kami hanya menghabiskan 27 juta rupiah untuk kebutuhan transport dan makan selama kampanye,” ujar Rianto.

Kedekatan Romo dengan akar rumput juga diakui Kyai Miftah Rahmat, pemimpin Pondok Pesantren Albajuri Cianjur. Menurut Rahmat, Romo adalah wakil rakyat yang paling proaktif terhadap aspirasi masyarakat. Rahmat menilai, Romo pribadi yang unik. “Orang lain punya banyak uang, ia tidak memiliki uang banyak. Orang lain susah ditelepon. Warga misscall saja, pasti dia telepon balik,” tutur Rahmat.

Romo mengakomodir kebutuhan mendasar, seperti sarana dan prasarana keagamaan dan ekonomi berbasis kelompok. Ia, lanjut Rahmat, adalah wakil rakyat yang memberikan bantuan fisik maupun non fisik. “Beliau sangat sederhana dan penuh perhatian pada masyarakat yang sangat membutuhkan.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*