Artikel Terbaru

KBK Paroki Yohanes Kornelius Lotta Manado: Bentara Keluarga, Gereja, dan Masyarakat

KBK Paroki St Yohanes Kornelius Lotta Manado berjaga saat IYD 2016 berlangsung.
[HIDUP/Edward Wirawan]

HIDUPKATOLIK.comKaum Bapak Katolik Paroki St Yohanes Kornelius Lotta Manado tak hanya bergerak di tataran doa. Mereka saling membantu dan menjaga kerukunan dalam masyarakat.

Xaverius Mikael Kaunang dengan tegas mengatakan, “Maaf Pak, hanya yang memiliki tanda pengenal yang boleh masuk.” Yang ditegur menerangkan jati dirinya. Namun Xav, sapaan akrabnya, tetap pada pendirian. “Kami melaksanakan tugas. Tak ada kompromi.”

Ketika itu, Xav dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki St Yohanes Kornelius Lotta Manado, Sulawesi Utara, bertugas sebagai petugas keamanan di venue utama Indonesian Youth Day (IYD) Manado 2016. Orang yang keluar masuk venue tak luput dari pemeriksaan. Alhasil, banyak umat yang ingin bertemu peserta IYD harus menunggu di pintu gerbang. Selama IYD 2016, KBK berada di ring satu, tempat di mana seluruh OMK se-Indonesia berkumpul.

Keluarga Besar
Yosafat Elias Kobis, yang akrab disapa Uce, adalah Ketua KBK Lotta. Sepanjang hari ia hilir mudik dari satu titik ke titik lain untuk memastikan keamanan IYD 2016 terjamin. KBK Lotta, kata Uce, bersemangat dan kompak dalam melaksanakan tugas. Kekompakan itu terajut dari perjumpaan secara berkala antar anggota. Sekali seminggu, usai Misa, mereka berkumpul. Pertemuan ini diadakan secara bergantian di rumah salah satu anggota. “Kita berkumpul untuk berdoa, sharing firman dan pengalaman,” kata Uce. KBK Lotta, lanjut Uce, juga sering mengadakan novena hingga ziarah rohani bersama.

Dalam perjumpaan ini, tak ada beban yang tak terungkap. Anggota bisa dengan bebas bercerita persoalan yang sedang dihadapi. “Kami bicara mengenai situasi rumah tangga, tantangan pekerjaan, hingga sekolah anak,” ujar Uce.

Tak berhenti di situ, KBK Lotta juga mencoba menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi anggotanya. Mereka juga menjalankan arisan. Uang arisan dipakai untuk membantu anggota yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Tak hanya itu, mereka secara sukarela akan memberikan santunan jika ada anggota keluarga yang sakit. “Kalau ada anggota yang sakit, secara spontan kami mengumpulkan uang untuk membantu biaya perawatan,” kata ayah dua anak ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*