Artikel Terbaru

Sebel Tapi Cinta

Sebel Tapi Cinta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh, saya karyawati sebuah perusahaan. Di kantor ada seorang karyawan, sesama rekan di bagian yang sama dengan saya. Saya dengan dia kerap berseteru. Apa pun kami ributkan, seolah tak ada yang benar, baik di pikirannya maupun di benak saya. Kami sempat perang mulut hingga rekan-rekan di bagian saya mengetahui permasalahan kami.

Saya sebel dengan dia, terkesan ingin menang sendiri dan selalu membanggakan diri. Meski demikian, jika di rumah, wajah dan sikapnya selalu singgah di benak saya. Diam-diam saya justru simpatik dengannya, hanya tak elok jika saya mengutarakan perasaan kepadanya. Apakah saya jatuh cinta dengan orang yang saya sebel? Bagaimana saya mengolah perasaan ini? Apa yang harus saya lakukan jika benar saya jatuh cinta kepadanya? Kebetulan saya dan dia masih menjomblo dan sama-sama Katolik.

Edwina Wirasti, Bengkulu

Mbak Edwina yang sedang galau, perasaan jatuh cinta tak bisa diramalkan kapan akan datang. Manifestasi perasaan cinta dapat berupa berbagai perasaan, seperti benci, rindu, jengkel, kagum yang dapat saling bercampur dan membuat seseorang menjadi bingung sendiri dengan perasaannya. Banyak orang menjadi salah tingkah dengan perilakunya karena berhadapan dengan orang yang menarik sehingga melakukan hal-hal konyol yang seharusnya tak perlu dilakukan, muaranya pada ketidaksadaran untuk mencari perhatian.

Perasaan cinta bisa diawali dari banyak hal, seperti kekaguman, kecantikan, kegantengan, kekayaan, sering bertemu, kebaikan hati, kepintaran, dll. Tapi bisa juga dibuka dengan jengkel, sebel, iri hati, sombong, tersaingi, dll. Jadi, perasaan cinta bisa muncul dari situasi yang menyenangkan maupun tak mengenakkan.

Saya memprediksi, Anda mulai terjangkit “virus” cinta sehingga mulai tertarik dengan si dia. Bisa jadi akan bingung bereaksi seandainya bertemu pertama kali. Salah tingkah ini secara tak disengaja muncul perdebatan yang sebenarnya didasari perasaan bingung bereaksi ketika bertemu. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata Anda mulai mengevaluasi pemikiran dan perilakunya, ketika berdebat atau konflik menumbuhkan rasa simpati sehingga Anda mulai tertarik dan bersimpati dengannya. Batas antara cinta dan benci sangat tipis. Ada orang yang semula cinta mati, tapi tiba-tiba cintanya berubah menjadi benci karena kecewa; dan sebaliknya.

Perasaan cinta memang tak dapat diatur sekehendak diri sendiri. Jadi, kita tidak tahu dengan siapa kita jatuh cinta, termasuk dengan orang yang tidak kita sukai atau memiliki sifat-sifat yang kita benci sekalipun. Kita juga tak bisa mengarahkan cinta kepada orang yang kita mau karena cinta adalah perkara hati dan dua orang harus mempunyai perasaan cinta yang sama. Jika tidak, perasaan cinta itu akan sulit tumbuh, apalagi menuju pada relasi emosi yang lebih dekat.

Mbak Edwina, sebagai perempuan kadang sulit menyatakan cinta lebih dahulu karena budaya yang membentuk dan mengarahkan seharusnya laki-laki yang memulainya, meskipun sebenarnya sama saja siapa yang akan memulai. Meski demikian, sebelum bertindak lebih jauh, sebaiknya perhatikan beberapa informasi untuk membuat Anda yakin apakah dia memiliki perasaan yang sama.

Pertama, kurangi intensitas konflik dengan dia dan berbalik menjadi sahabatnya. Dukunglah pendapatnya dan perhatikan apakah dia menunjukkan sikap yang berbeda. Kedua, berilah kesempatan kepadanya, jika dia ingin tahu perubahan sikap Anda. Jujurlah mengatakan, idenya benar dan patut didukung. Tentu saja dengan alasan yang masuk akal dan logis.

Mendengar kisah ketertarikan Anda, saya memprediksi, dia orang cerdas. Jadi alasan logis akan membuatnya terkesan dengan Anda. Jika berhasil dan memang benar dia tertarik dengan Anda, dia akan banyak meluangkan waktu dengan Anda untuk berdiskusi. Bersikaplah ramah dan samakan persepsi Anda dengannya sebab kesamaan membuat orang merasa dekat dan nyaman untuk mengutarakan pendapat. Selanjutnya terserah Anda, mau dibawa ke mana relasi yang telah terbuka ini?

Ketiga, jangan terlalu kecewa jika dia ternyata hanya menganggap Anda sebagai teman. Cinta memang tak harus bersatu bukan? Mungkin ini pertanda dia bukan jodoh yang terbaik. Siapa tahu Tuhan justru menyiapkan orang lain yang lebih baik untuk Anda suatu hari kelak. Selamat memperjuangkan cinta. Yakinlah suatu saat nanti ini akan menjadi memori yang tak terlupakan dalam hidup Anda.

Kristiana Haryanti

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 4 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*