Artikel Terbaru

Sambut Masa Adven

HIDUPKATOLIK.comMengapa masa Adven didahului dengan tema kedatangan Kristus pada akhir zaman, sedangkan tema itu sudah banyak muncul pada akhir tahun liturgi?

Maria Goretti Dewanti Warsanta, Surabaya

Pertama, kata “Adven” berarti kedatangan. Masa Adven mengundang kita untuk menggali seluruh kekayaan teologis dari misteri kedatangan Tuhan. Kedatangan itu merangkum dari misteri kedatangan-Nya dalam sejarah dengan menjelma menjadi manusia (Inkarnasi) sampai pada misteri kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman sebagai Hakim akhir zaman (Parousia). Kekayaan teologis ini mencakup dimensi historis-sakramentalnya (Inkarnasi) sampai pada dimensi eskatolgisnya (Parousia). Masa Adven mempunyai fokus yang khusus, yaitu soal kedatangan Yesus Kristus.

Berbeda dengan masa Adven, minggu-minggu terakhir dari tahun liturgi menampilkan tema-tema akhir zaman, mulai dari kedatangan Anak Manusia, penghakiman terakhir, perjamuan Anak Domba, langit baru dan bumi baru, Kerajaan seribu tahun, dll. Jadi, tema kedatangan Anak Manusia hanyalah salah satu di antara sekian banyak tema eskatologis. Memang tak bisa dihindari terjadinya pengulangan, tetapi pengulangan itu sebenarnya tidak terlalu kentara.

Kedua, tema kedatangan Kristus pada akhir zaman dijadikan tema pembuka masa Adven dengan tujuan untuk memberikan horizon pada perjalanan ziarah kita. Horizon ini mengingatkan kita bahwa keselamatan yang telah kita terima dari Allah melalui Yesus Kristus itu akan dibawa pada kesempurnaannya pada akhir zaman (1Ptr 1:5). Dalam perziarahan kita di dunia ini, Allah hendak melaksanakan janji-janji-Nya yang akan terpenuhi pada “hari Tuhan” (1Kor 1:8; 5:5). Horizon ini menumbuhkan pengharapan dan kepastian akan pemenuhan janji Tuhan. Horizon ini sekaligus mengingatkan kita semua akan tugas misioner kita untuk mengembangkan keselamatan itu sampai pada kepenuhannya pada akhir zaman, pada saat Kristus akan datang kembali sebagai Hakim akhir zaman. Dengan perspektif ini, perayaan kita akan kelahiran Yesus di kandang tidak berhenti pada pesta dan kegembiraan sementara, tetapi juga sekaligus menguatkan kembali semangat melaksanakan tugas misioner kita dan meneguhkan pengharapan akan pemenuhan keselamatan itu.

Ketiga, tema kedatangan eskatologis ini terutama dihayati dari Minggu Adven pertama sampai dengan 16 Desember. Sedangkan 17-24 Desember, dilakukan persiapan intensif jangka pendek menyambut perayaan kelahiran Yesus di Betlehem. Kita diundang sekali lagi untuk menyiapkan palungan di dalam hati kita sehingga Kristus bisa dilahirkan kembali dalam hidup kita.

Kami memasang lingkaran Adven di rumah. Kapan sebaiknya menyalakan lilin Adven? Apakah perlu dimintakan berkat dari imam?

Agustina Purnamawati, Malang

Jika keadaan memungkinkan, sebaiknya Lingkaran Adven dimintakan berkat dari imam atau diakon yang tertahbis. Jika keadaan tidak memungkinkan, maka berdasarkan pada imamat umumnya, kepala keluarga bisa berdoa memohonkan berkat atas Lingkaran Adven itu.

Untuk setiap Minggu, lilin bisa dinyalakan pada hari Sabtu sore atau Minggu pagi. Amat baik jika penyalaan lilin ini dilakukan dalam konteks doa bersama di dalam keluarga, misalnya pada doa malam bersama. Bisa digunakan Doa Masa Adven dari Puji Syukur No. 86, atau Ibadat Adven yang sudah banyak beredar.

Lingkaran Adven yang dipasang di dalam keluarga membantu menciptakan suasana mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. Banyaknya lilin yang bernyala menjadi tanda semakin dekatnya kelahiran Sang Penyelamat. Doa bersama selama masa Adven membantu semua anggota keluarga untuk menyadarkan kehadiran Yesus Kristus di dalam keluarga sekaligus mengingatkan akan kedatangan-Nya yang kedua.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 49 Tanggal 4 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*