Artikel Terbaru

Peneguhan Ganda dalam Perkawinan

[oceanterraceinn.com]
Peneguhan Ganda dalam Perkawinan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh terkasih dalam Yesus, saya ingin menyampaikan beberapa persoalan menyangkut masalah pernikahan, antara lain: Ada pasangan pria Muslim dan wanita Katolik yang akan melaksanakan pernikahannya dihadapan Penghulu, dalam hal ini di Kantor Urusan Agama. Kemudian, dua jam selanjutnya mereka melakukan pernikahan di Gereja Katolik, meskipun si pria tidak masuk atau pindah agama Katolik. Pertanyaan saya: Apakah Gereja membenarkan proses seperti di atas, meskipun pasangan itu melakukan kursus perkawinan di hadapan pastor selama tiga bulan? Tidakkah pihak pastor yang memberikan kursus perkawinan itu perlu menanyakan proses perkawinan tersebut?

Stefanus, Jakarta

Saudara Stefanus yang baik, dalam Kitab Hukum Kanonik, dengan tegas dijelaskan demikian, “Dilarang bahwasanya sebelum atau sesudah peneguhan kanonik… diadakan upacara keagamaan lain bagi perkawinan itu dengan maksud untuk menyatakan atau memperbarui kesepakatan nikah; pun pula jangan diadakan upacara keagamaan, di mana peneguh Katolik dan petugas tidak Katolik secara bersama-sama menanyakan kesepakatan mempelai, dengan masing-masing melakukan upacaranya sendiri.” (KHK Kan 1127 art.3). Tentu hal ini menjelaskan sesuatu perihal masalah Anda.

Perkawinan dalam Gereja Katolik hanya berlangsung sekali seumur hidup, termasuk juga tata peneguhannya. Tata peneguhan ini tidak dapat diwakilkan oleh peneguh lain dari Gereja atau agama lain. Baik tata peneguhan dan peneguhnya haruslah dari pihak Katolik, karena dengan diadakan di dalam Gereja Katolik terjamin iman kedua belah pihak. Artinya, pihak Katolik tidak pindah agama dan pihak non-Katolik juga demikian.

Keadilan dirumuskan seperti di atas, sehingga larangan menikah di luar Gereja dan membuat tata peneguhan ganda (sebelum dan sesudah tata peneguhan Katolik) sama-sama tidak diperkenankan. Alasannya sama seperti di atas, menjamin iman pihak Katolik dengan tidak mengorbankan iman pihak non-Katolik juga.

Peneguhan lain sebelum atau sesudah peneguhan Katolik dianggap sebagai pelanggaran hukum Kanonik. Peneguhan jangan dijadikan sebagai formalitas saja, melainkan harus dihormati sebagai cara Tuhan mempersatukan kedua calon yang menikah. Maka, larangan atas dua peneguhan membuktikan bahwa Gereja menghormati perkawinan dan iman kedua belah pihak sekaligus.

Saudara Stefanus, sebelum perkawinan dilaksanakan, selalu harus dipastikan bahwa calon dari pihak non-Katolik mengetahui proses yang harus ditempuh oleh pihak Katolik. Proses ini disertai dengan penjelasan dari hati ke hati kepada pihak non-Katolik mengenai adanya konsekuensi menikah dengan umat Katolik, yaitu keharusan menikah di Gereja Katolik lengkap dengan peneguhnya. Pemberitahuan ini akan menghindarkan kedua calon dari potensi kesalahpahaman dan perselisihan.

Pernikahan campur selalu membawa konsekuensi. Salah-satunya adalah ikut dalam tata peneguhan salah satu agama. Mengambil tata peneguhan Katolik mempunyai risiko bagi pihak non-Katolik, tetapi ada jaminan bahwa imannya tidak berubah, sehingga risiko diperkecil. Menikah di luar Gereja Katolik merugikan iman pihak Katolik karena harus berpindah ke agama calon pasangannya.

Pemberitahuan mengenai hal ini bukan hanya menjadi kewajiban pastor/imam yang bersangkutan, melainkan terutama pihak Katolik yang akan menikah. Keluarga besar kalau perlu juga diberi pengertian sehingga proses perkawinan Katolik dapat dilakukan tanpa ada kesan pemaksaan agama. Pertimbangkan dan lakukan beberapa persiapan dengan bijaksana, khususnya berkaitan dengan hal iman.

Sebagai imbauan, Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) seharusnya memang melengkapi materi kelas dengan materi kawin campur, khususnya berkaitan dengan tradisi dan aturan hukum Gereja. Materi ini sebaiknya diberikan tersendiri, terpisah dari peserta lain, agar dapat difokuskan pada pasangan campur.

Alexander Erwin Santoso MSF

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 40 Tanggal 30 September 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*