Artikel Terbaru

Toleransi

Toleransi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Toleransi menjadi syarat terjalinnya kehidupan yang rukun dalam masyarakat yang menganut agama berbeda-beda. Koentjaraningrat, ahli antropologi budaya menegaskan, yang terpenting dalam toleransi beragama ialah sikap tidak saling mencampuri urusan agama lain. Agamaku agamaku, agamamu agamamu. Toleransi saja tidak cukup dalam pergaulan hidup sehari-hari. Toleransi harus diikuti sikap tidak membedakan (diskriminasi). Jika dalam suatu masyarakat terdapat penganut agama yang berbeda-beda, maka semua berhak mempunyai tempat ibadat.

Bangsa kita pernah mempunyai tingkat toleransi yang tinggi seperti itu. Empu Tantular, dalam kitab Sutasoma menuliskan slogan “Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrua” (meskipun berbeda-beda tetap satu). Slogan yang menggambarkan kerukunan antara warga Majapahit yang beragama Hindu dan Buddha. Seorang imam Fransiskan dari Italia membuktikan slogan ini saat ia datang ke Majapahit tahun 1321. Ia diterima dengan baik oleh Prabu Jayanegara. Ia bebas berkunjung ke berbagai tempat, termasuk ke istana raja yang ia lukiskan sangat megah bersepuh emas.

Pelajaran tentang toleransi juga bisa kita lihat di Ketungau. Aliran anak sungai Kapuas ini tenang dan dalam. Di sore hari ibu-ibu mendayung sampan saat pulang dari menyadap karet. Sampan itu melaju pelan di tepian sungai. Berbeda dengan speedboat yang melaju kencang menimbulkan gelombang yang tinggi. Namun ketika speedboat itu berpapasan dengan sampan kecil, motoris speedboat melambatkan laju perahunya sehingga hanya gelombang kecil yang tercipta. Sampan pun melaju selamat, tak terhempas gelombang besar.

Inilah toleransi sebenarnya, yang kuat mengalah demi keselamatan yang kecil. Yang kuat dan yang lemah bisa hidup berdampingan jika yang kuat bersedia melindungi yang kecil dan lemah. Tidak mungkin ada toleransi jika yang kuat justru pamer kekuatan. Seperti bus Metromini di Ibu Kota, yang melaju tanpa peduli rambu. Toleransi jelas bukan soal keberanian atau pamer kekuatan.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 4 Tanggal 24 Januari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*