Artikel Terbaru

Pancasila dalam Ardas KAJ

Pancasila dalam Ardas KAJ
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comGereja Katolik Indonesia berpendapat bahwa Pancasila harus didialogkan dan diamalkan serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai landasan pemersatu.

Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (Ardas KAJ) 2016-2020 menyatakan secara khusus dan eksplisit bahwa pengamalan Pancasila merupakan bagian integral visi Ardas KAJ 2016-2020. Sebelum membahas secara lebih spesifik alasan Gereja KAJ perlu mengamalkan Pancasila sesuai dengan visi Ardas KAJ 2016-2020, maka perlu dijabarkan secara lebih lengkap Pancasila itu sendiri.

Pancasila adalah Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam bagian Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45). Pancasila terdiri dari lima sila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila pertama kali dilontarkan Presiden Republik Indonesia pertama, Sukarno pada 1 Juni 1945.

Pancasila dipandang oleh Gereja Katolik Indonesia sebagai wadah kesatuan dan persatuan nasional, serta menerima Pancasila sebagai landasan yang sungguh-sungguh dapat menjadi wadah pemersatu pelbagai golongan di dalam masyarakat Indonesia (Dokumen KWI, UmatKatolik Indonesia Dalam Masyarakat Pancasila). Sehingga Gereja Katolik Indonesia berpendapat bahwa Pancasila perlu dan harus terus-menerus didialogkan dan diamalkan serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia sebagai landasan pemersatu. Mengacu kepada pandangan Gereja Katolik Indonesia ini, maka Gereja KAJ memasukkan pengamalan Pancasila sebagai bagian integral dari visi Ardas KAJ 2016-2020.

Gereja KAJ perlu mengamalkan Pancasila, karena Pancasila adalah ungkapan nilai-nilai dasar hidup bernegara, yang berakar di dalam budaya dan sejarah suku-suku bangsa kita. Pancasila, baik secara keseluruhan maupun sila demi sila, mencanangkan nilai-nilai dasar hidup manusiawi, sejalan dengan nilai yang dikemukakan ajaran dan pandangan Gereja Katolik (Dokumen KWI, Umat Katolik Indonesia Dalam Masyarakat Pancasila). Namun sangat disadari dan diketahui bahwa di dalam realita kehidupan bermasyarakat Indonesia sejak awal Kemerdekaan RI hingga sekarang ini, Pancasila belumlah secara sungguh-sungguh diamalkan, sehingga kerap terjadi berbagai konflik dan kekerasan yang tumbuh dan berkembang akibat belum diterimanya secara utuh dan belum diamalkan serta belum diterapkannya Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*