Artikel Terbaru

Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati

Beata Elizabeth Canori Mora
[taigivision.com]
Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ia menghidupi kesetiaan sebagai istri dan ibu – meski suaminya selingkuh. Ia tak putus mendoakan sang suami dan mendidik anak anaknya secara Katolik.

Diam seribu bahasa. Elizabeth Canori Mora tak menyangka suaminya berkhianat. Janji perkawinan yang mereka ikrarkan di depan altar, ternoda karena perilaku sang suami, Cristoforo. Cristoforo tega menerlantarkan istri dan anak-anaknya, lalu memilih hidup dengan perempuan muda. Hati Elizabeth seakan teriris oleh perilaku Cristoforo. Bahkan, perasaannya tercabik-cabik kala melihat suaminya mabuk, bermain judi dan berhutang di sana-sini.

Elizabeth hanya bisa menangis dalam larik-larik doanya. Ia khawatir perkembangan dua putrinya terganggu tanpa figur seorang ayah. Ia berjuang untuk setia, meski merasa seakan Tuhan lepas tangan dari masalahnya. Perkawinannya pun hancur.

Dalam doa-doanya, Elizabeth tak henti mohon pertobatan bagi Cristoforo. Tuhan mengabulkan doanya. Menjelang Elizabeth wafat, sang suami bertobat. Selang beberapa tahun, Cristoforo masuk Ordo Fratrum Minorum Conventualium (OFMConv). Ia menjadi imam Fransiskan nan saleh. Pertobatan sang suami membuat Elizabeth dianugerahi mahkota beata oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II pada 24 April 1994.

Panggilan Lain
Elizabeth berasal dari keluarga Kristiani saleh. Sedari kecil, ia sudah terbiasa dengan doa dan devosi. Tommaso dan Teresa Primoli, orangtuanya sungguh-sungguh menanamkan kesalehan hidup padanya. Karena itu, kelahiran Tor de Conti, Roma, 21 November 1774 ini sejak kecil berniat mengabdikan dirinya untuk Tuhan.

Selain dari keluarga, Elizabeth juga mendapat bekal pendidikan kekatolikan di bawah asuhan para Suster Tarekat St Agustinus dari Cascia selama tiga tahun (1785-1788). Selama menjalani pendidikan itu, ia dikenal sebagai pribadi yang rajin, suka berbagi, memiliki kedewasaan diri dan kepekaan rohani yang lebih matang dibanding remaja putri seusianya.

Setamat pendidikan di bawah bimbingan para biarawati, mulailah babak baru dalam hidupnya. Sama seperti pemudi lainnya, hidupnya mengalir seperti air. Alih-alih hidup bersenang-senang, Elizabeth justru memilih hidup wajar dan setia mendalami perkara-perkara rohani. Sebagai orang muda, relasinya kian terbuka. Ia tak mau berpangku tangan di rumah dan menunggu mukjizat. Ia aktif melibatkan diri dalam kegiatan Gereja dan organisasi kemasyarakatan. Relasi ini mengantarnya berjumpa dengan Cristoforo Mora, pengacara muda berbakat asal Italia. Cristoforo adalah putra Francesco Mora, dokter terkenal di Roma.

Badai Rumah Tangga
Cara Cristoforo memperlakukannya membuat benih-benih cinta bersemi di hati Elizabeth. Ternyata perasaan yang sama juga menggebu di sanubari Cristoforo. Alhasil mereka sepakat membawa mimpi hidup bersama ke jenjang pernikahan. Pada 10 Januari 1798, Cristoforo menikahi Elizabeth yang baru berusia 21 tahun.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*