Artikel Terbaru

Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati

Beata Elizabeth C M: Setia Mencintai Suami Meski Dikhianati
1 (20%) 1 vote

Elizabeth berjuang dengan tulus membantu kaum miskin. Banyak orang kecil di Roma mengenalnya sebagai Ibu yang baik hati. Ia membuka rumahnya untuk pelayanan sosial. Banyak orang miskin singgah di rumahnya dan dilayani dengan sangat baik.

Meski Elizabeth hidup susah, kesusahan itu tak menghentikan tekadnya untuk berbagi dan melayani. Rumah kecilnya ia gunakan untuk merawat tunawisma. Ia ingin keluarganya seperti Keluarga Nazareth di mana iman dan sukacita tumbuh subur.

Agar pelayanan lebih intensif, Elizabeth memutuskan bergabung dengan Ordo Ketiga Kongregasi Trinitarian pada 1807. Ia dikenal sebagai perempuan rajin dan saleh. Ia mengobati, memberi makan, pakaian dan tumpangan kepada kaum miskin. Karya itu membuatnya kian dikenal banyak orang di Roma hingga Albano dan Marino di Italia.

Sayang, karyanya tak bertahan lama. Pada 5 Februari 1825, Elizabeth jatuh sakit. Makin lama kondisi kesehatannya makin buruk. Mendengar istrinya jatuh sakit, Cristoforo datang menjenguk. Ia mulai menunjukkan tanda-tanda pertobatan. Akhirnya, Elizabeth wafat dalam pelukan dua putrinya pada 9 September 1825. Jazadnya dimakamkan di Gereja Tritunggal San Carlino alle Quattro Fontane, Roma.

Ternyata, keteladanan hidupnya menginspirasi banyak orang. Bahkan Takhta Suci pun menggelarinya Beata pada 24 April 1994, ketika masa pontifikal Bapa Suci Yohanes Paulus II (1920-2005).

Setelah Elizabeth wafat, Cristoforo mulai rajin ke Gereja dan mulai terlibat dalam pelayanan sosial. Doa-doa istri dan dua putrinya yang setia pun menjadi kenyataan. Cristoforo bertobat dan bergabung masuk OFMConv. Ia meninggal pada usia 73 tahun pada 9 September 1845. Jenazahnya dimakamkan di Gereja Fransiskan di Sezze, Italia.

Sementara putrinya, Luciana mengikrarkan kaul sebagai Suster St Filipus di Roma. Sedangkan Marianna menikah dengan seorang lelaki saleh. Figur Elizabeth dikenangkan sebagai pelindung para istri yang mengalami kemelut rumah tangga karena suaminya tidak setia. Patron istri setia meski suaminya berkhianat ini diperingati Gereja tiap 5 Februari.

Yusti H. Wuarmanuk /R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 4 Tanggal 24 Januari 2016

 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*