Artikel Terbaru

Maria Renata Andajani: Bekal Iman Anak-Anak

Maria Renata Andajani
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Maria Renata Andajani: Bekal Iman Anak-Anak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comAnak-anak hampir selalu menjadi penonton dalam setiap kegiatan Lingkungan, Wilayah, atau Paroki. Menyikapi itu, ia berbuat sesuatu bagi mereka.

Sadar atau tidak, anak-anak menjadi umat kelas dua hampir di setiap kegiatan di Lingkungan, Wilayah, atau Paroki. Mereka hanya menjadi penonton atau pendengar kegiatan orangtuanya. Padahal anak-anak kerap disebut masa depan Gereja, tulang punggung Paroki, dan sebagainya. Jika tak menanamkan benih-benih iman dan teladan hidup bersama sejak dini, jangan terlalu berharap hasilnya bisa dituai kelak.

Keprihatinan itu rupanya disadari Maria Renata Andajani. Suatu hari pada pertengahan 2000, Lingkungannya mengadakan pembinaan iman masa Adven. Umat yang hadir banyak memboyong anak-anak. Tapi para bocah hanya diam di samping orangtua masing-masing. Pemandangan serupa terjadi lagi saat pendalaman iman masa Prapaskah.

Kata orang, menunggu itu pekerjaan membosankan. Demikian juga saat hadir pada suatu kegiatan tanpa mengerti bahasan pasti amat melelahkan. Suasana seperti itu dirasakan anak-anak yang “terpaksa” mengikuti kegiatan orangtuanya. “Banyak anak cilik arep dikapake to, kok nda ada kegiatan untuk mereka,” ujar Renata.

Memisahkan Anak
Kegalauan Renata mulai terkikis ketika didapuk sebagai anggota Seksi Liturgi Lingkungan. Ia bersama rekan-rekan satu seksinya menebar jala pewartaan khusus kepada anak-anak Lingkungan. Langkah pertama Renata yakni memisahkan anak-anak dari orangtua ketika kegiatan Lingkungan, serta membedakan metode katekese untuk mereka.

Renata dan tim juga menggelar safari doa anak-anak tiap bulan. Mereka mengunjungi dan berdoa bersama di rumah anak-anak yang berulang tahun pada bulan itu. Menurut umat Lingkungan Robertus II, Wilayah VI, Paroki St Barnabas Pamulang, Keuskupan Agung Jakarta ini, kegiatan itu merekatkan ikatan batin anak dengan teman-teman seusia mereka.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*