Artikel Terbaru

Yang Dijanjikan Yesus

[gaminc.wordpress.com]
Yang Dijanjikan Yesus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSeorang sahabat Islam mengatakan bahwa Yesus menjanjikan kedatangan Muhammad. Benarkah demikian?

Albertus Fajar Mulyono, Pamekasan, Madura

Pertama, tidak ada teks Perjanjian Baru yang menunjukkan bahwa Yesus menjanjikan kedatangan Muhammad. Yang dijanjikan Yesus adalah kedatangan Roh Kudus. Yesus menamakan-Nya Parakletos (bahasa Yunani), secara harafiah advocatus, artinya ”yang dipanggil mendampingi seseorang”. Yesus menyebut Roh Kudus ini ”Penolong yang lain” atau ”Roh Kebenaran” atau ”Penghibur” (Yoh 14:16. 26; 15:26; 16:7.13) (KGK 692).

Kedua, memang dalam Alquran ada ayat yang ditafsirkan demikian: ”Dan (ingatlah) ketika Isa putra Marjam berkata: ”Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat pemberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku namanya Ahmad” {61 Ash Shaff (Berbaris) 6}. Yang menimbulkan tanda tanya ialah, bukankah perbedaan nama antara ”Muhammad” dan ”Ahmad” mengindikasikan perbedaan pribadi? Di samping itu, dalam Injil kedua nama itu sama sekali tidak pernah muncul.

Ketiga, sangat mungkin kesalah-tafsiran itu terjadi karena kata Parakletos. Perlu diketahui bahwa nama Muhammad berarti ”Yang Terpuji,” yang dalam bahasa Yunani adalah Periklytos. Ada kedekatan bunyi ucapan antara Parakletos dan Periklytos, tetapi artinya sangat berbeda. Mereka yang tidak mengerti bahasa Yunani mudah terkecoh dan mengira bahwa Parakletos sama dengan Periklytos.

Keempat, dalam Injil-injil maupun dalam surat-surat, kata Parakletos digunakan untuk menunjuk pada Roh Kudus, yang bukan manusia tetapi Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal Mahakudus. Rasul Paulus memberikan nama ”Roh yang dijanjikan” (Gal 3:14; Ef 1:13); ”Roh yang menjadikan kamu anak Allah” (Rm 8:15; Gal 4:6); ”Roh Kristus” (Rm 8:11); ”Roh Tuhan” (2 Kor 3:17); ”Roh Allah” (Rm 8:9.14; 15:19; 1 Kor 6:11; 7:40). Rasul Petrus menyebut-Nya ”Roh Kemuliaan” (1 Ptr 4:14) (KGK 693).

Kelima, Roh Kudus turun atas para rasul dan Santa Perawan Maria 10 hari sesudah kenaikan Yesus ke surga. Sedangkan Muhammad datang sesudah 600 tahun. Tentu saja jangka waktu 600 tahun itu sangat lama, sehingga tidak mungkin bisa menjadi ”pendamping” atau ”penolong” bagi komunitas para rasul. Tidaklah masuk akal bahwa janji Yesus kepada para murid-Nya baru terpenuhi 600 tahun kemudian. Jadi, jelas sekali bahwa yang dijanjikan oleh Yesus adalah Roh Kudus.

Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus masih membuat mukjizat, yaitu penangkapan ikan. Apa artinya angka 153 (Yoh 21:11)? Apakah harafiah atau simbolis?

Ardi Winanga, Karangjati, Solo

Angka 153 bukanlah angka kuantitas tetapi angka simbolis. Di zaman kuno, para nelayan percaya bahwa ada 153 tipe ikan yang terdapat di samudra luas. Pesannya jelas: Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang, semua ras, bangsa, dan negara. Angka itu hendak menunjukkan universalisme keselamatan Yesus.

Mengapa sejak Paskah, Misa diakhiri dengan ”Alleluya, alleluya, alleluya.” Sampai kapan hal itu diucapkan?

Faisal Reza, Surabaya

Masa Paskah berlangsung selama 50 hari, yaitu sejak Minggu Paskah Kebangkitan Tuhan sampai dengan Hari Raya Pentekosta. Selama 50 hari itu dirayakan kegembiraan Paskah yang antara lain diungkapkan dengan seruan ”Alleluya, alleluya, alleluya” pada akhir Perayaan Ekaristi. ”Waktu lima puluh hari, dari Minggu Paskah sampai hari Minggu Pentekosta, dirayakan dengan penuh suka cita sebagai satu perayaan besar, sebagai ”hari Minggu Agung” (St Atanasius).

Apakah arti ”Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa”?

Faisal Reza, Surabaya

”Duduk di sebelah kanan Allah Bapa” berarti awal kekuasaan Mesias. Yesus yang bangkit ternyata adalah Allah Putra. Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menikmati kemuliaan dan kehormatan Allah, karena Yesus Kristus yang juga Allah, sudah ada sejak kekal dan turut memerintah bersama dengan Bapa.

Kekuasaan Mesias merupakan pemenuhan penglihatan Daniel: ”Kepada-Nya diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja. Segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal dan tidak akan lenyap. Kerajaan-Nya tidak akan musnah” (Dan 7:14). Sejak saat ini para rasul menjadi saksi-saksi ”kekuasaan-Nya,” yang ”tidak akan berakhir” (Syahadat Nisea-Konstantinopel) (KGK 664).

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 20 Tanggal 18 Mei 2008

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*