Artikel Terbaru

Media Cetak CS Online

Media Cetak CS Online
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perkembangan media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid, buku terjadi dari masa ke masa. Kehadiran media cetak ini diharapkan mendukung minat baca masyarakat. Namun, minat baca masyarakat Indonesia bisa dikatakan memprihatinkan. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia dinyatakan sebagai negara dengan minat baca rendah.

Tahun 2012, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan data mengenai minat membaca dan menonton anak-anak Indonesia. BPS menyatakan bahwa hanya 17,6 persen anak-anak Indonesia yang memiliki minat baca. Sementara, anak-anak yang memiliki minat menonton mencapai 91,67 persen. Selain itu, pada 2012 UNESCO pun melansir indeks tingkat membaca orang Indonesia 0,001. Ini berarti dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang mau membaca buku dengan serius.

Rendahnya minat baca ini turut memengaruhi keberadaan media cetak sebagai sarana pendukung budaya literasi di Indonesia. Media cetak termasuk dunia percetakan buku mengalami kelesuan, bahkan ada yang harus gulung tikar. Media cetak menurunkan jumlah oplahnya sebagai salah satu pilihan untuk tetap bertahan. Di sisi lain, era digital semakin berkembang. Gempuran media online meraja di era digital ini. Semakin hari media online semakin menjamur.

Masyarakat melirik, tertarik, dan menjatuhkan pilihan pada media online, entah untuk mengakses informasi, berita atau juga mencari pilihan bacaan. Tingkat kecepatan, up date media online, dan biaya yang relatif lebih murah untuk mengakses media online dibandingkan untuk mendapatkan media cetak tentu juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam menjatuhkan pilihan media yang mereka akses. Keakurasian juga menjadi pilihan lain masyarakat bergeser dari mengakses media cetak ke media digital atau online. Masyarakat “jatuh hati” dengan “kemudahan-kemudahan” yang ditawarkan media online ini.

Di tengah menjamurnya media online, rasanya media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid, buku tetap masih juga mempunyai ruang tersendiri di hati masyarakat. Tak dipungkiri bahwa generasi digital yang dikatakan “mengagungkan” media online, masih juga melirik media cetak sebagai referensi lain yang mendukung kebutuhan bacaan mereka. Para konsumen atau pembaca tertentu masih memilih cetak sebagai referensi atau sumber informasi yang tak tergantikan.

Hal ini tentu karena “nilai plus” yang dimiliki media cetak. Salah satunya karena isi yang ditawarkan media ini lebih mendalam dan ada konsistensi dalam pemberitaannya.

Di era digital ini, menjadi masa di antara cetak dengan online. Rasanya kita tidak mungkin hanya berdiri di satu kaki, cetak saja atau online saja. Dua hal ini sebenarnya bisa saling mendukung dan mengisi; keberadaannya tidak harus saling menolak satu sama lain. Keberadaan media cetak, penerbit-percetakan Katolik juga mesti “mengambil langkah cepat” di era digital ini. Ada peluang-peluang untuk memanfaatkan media online sebagai sarana meluaskan pewartaan Kabar Sukacita, misalnya melalui e-book, e-library, pemberitaan online, termasuk promosi dan menjaring iklan di ranah online.

Dunia cetak dan online bisa “dikawinkan” untuk meluaskan pewartaan Kabar Sukacita ke seluruh pelosok negeri, bahkan lintas negara. Semoga kolaborasi cetak dan online, khususnya di dunia media, penerbit-percetakan Katolik menjadi racikan yang memperluas Kerajaan Allah dan menjadi sarana pewartaan Kabar Gembira.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 4 Tanggal 22 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*