Artikel Terbaru

Bukalah “Pintu” bagi Difabel

Sr André Lemmers FCJM
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
Bukalah “Pintu” bagi Difabel
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kaum difabel juga merupakan bagian dari Gereja. Jangan sampai Gereja menutup “pintu” bagi mereka, kasih Yesus juga harus sampai kepada kaum difabel.

Suster André Lemmers FCJM berencana keluar kota dan akan berangkat Selasa pagi, 5/1, pukul 08.00. Namun, Pendiri dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Sinar Pelangi (YSP) ini rela menunda keberangkatannya untuk HIDUP. YSP membantu penanganan medis bagi kaum difabel dan mengasuh anak-anak yatim piatu. Berikut petikan wawancara dengan suster kelahiran Purmerland, Belanda, 72 tahun silam di Biara Clara Pfänder, Jatibening, Jakarta Timur.

Apa yang melatarbelakangi Suster membuka pelayanan untuk para difabel?

Karya pelayanan ini bersumber dari semangat pendiri Tarekat FCJM (Franciscanae Cordis Jesu et Marie/Putri-Putri Fransiskan dari Hati Kudus Yesus dan Maria –Red), Sr M. Clara Pfänder (1827-1882). Sr Clara Pfänder punya perhatian besar terhadap para penyandang cacat, orang sakit, anak-anak yatim piatu, dan lanjut usia.

Selain itu, yang utama adalah teladan Yesus. Dia hidup 33 tahun. Orang-orang mengenal, percaya, dan berbuat sesuatu seperti Dia hingga kini. Dia membela kebenaran, menyembuhkan orang sakit, dan memberi makan banyak orang, baik santapan jasmani maupun rohani.

Sejauh mana Suster membantu kaum difabel?

Kami sanggup membantu sekitar 175 orang setiap tahun. Jumlah bertambah saat kami melakukan bakti sosial ke berbagai daerah, seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur, dua kali setahun. Kami harus sanggup melihat, merasakan, dan menyembuhkan hati mereka. Maksudnya, para difabel berani tampil dengan berbagai kemampuan yang dimiliki di muka umum. Tak merasa malu meski kondisi fisik mereka tak seperti orang lain. Itu yang lebih vital dan sukar.

Dana dari mana, Suster?

Dari Yesus! Syukur, Dia mengirim para donatur untuk karya ini. Kalau tak ada mereka dan Gereja yang membukakan “pintu” untuk sumbangan, kami tak bisa membantu orang-orang cacat. Mereka terlibat dalam pelayanan ini. Dalam setahun YSP mengeluarkan biaya sekitar 3,5 miliar.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*