Artikel Terbaru

Yesus Tidak Berdosa

[humormood.com]
Yesus Tidak Berdosa
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPater, Bunda Maria dinyatakan dikandung tanpa dosa, tetapi tentang pengandungan Yesus tidak ada dogma Gereja yang menyatakan bahwa Yesus tidak berdosa. Saya percaya bahwa Yesus itu sungguh manusia, tetapi apakah selama hidup-Nya Yesus sama sekali tidak berdosa? Kalau demikian, bagaimana Dia bisa menjadi teladan kita? Mohon penjelasan. Terima kasih.

Tantina Ohestina, Wamena

Pertama, untuk Yesus memang tidak dibutuhkan sebuah pernyataan dogmatis karena dalam Kitab Suci, cukup banyak teks yang menyatakan bahwa Yesus itu suci dan tidak berdosa. Yesus dikandung bukan dari benih manusia, tetapi dari kuasa Roh Kudus yang menaungi Bunda Maria (bdk Luk 1:35). Pengandungan Yesus oleh Maria yang tetap perawan sebenarnya merupakan pernyataan akan awal kesucian Yesus sebagai manusia. Melalui Maria, Sang Sabda sungguh-sungguh menjadi manusia (bdk Yoh 1:14).

Kedua, sulit untuk menggali fakta tentang hidup batiniah Yesus. Boleh dikatakan, tidak mungkin kita membuktikan hidup batiniah Yesus tentang dosa. Tak seorang pun bisa membaca pikiran dan hati Yesus untuk mendeteksi keinginan atau tindakan yang berdosa, seandainya hal itu ada dalam diri Yesus. Juga tidak ada murid yang terus-menerus selama 24 jam mengamati hidup Yesus.

Yang kita miliki ialah fakta bahwa Yesus tidak melakukan dosa. Atau bisa dikatakan bahwa tidak ada bukti-bukti tentang tindakan atau pikiran Yesus yang berdosa. Para pendengar-Nya mengesani Yesus sebagai Pribadi yang mengajar dengan kuasa dan penuh keyakinan (Luk 4:32; 6:19). Ada kesatuan antara kata dan perbuatan-Nya. Dia mengajarkan sekaligus melakukan apa yang Dia ajarkan. Misalnya, Yesus mengajar kita untuk mengampuni (bdk Mat 6:12.14; 18:21-22) dan Dia sendiri mempraktikkannya sampai akhir hidup-Nya (bdk Luk 23:34).

Berhadapan dengan para musuh Yesus yang terus-menerus mengamati-Nya, kita harus mengandaikan bahwa seandainya ada sedikit saja dosa yang dilakukan oleh Yesus, maka para musuh-Nya tidak akan tinggal diam. Mereka pasti sudah membesar-besarkan dosa itu. Fakta bahwa tidak ada perbuatan Yesus yang dituduhkan sebagai dosa, selain melanggar peraturan-peraturan Taurat, membuktikan fakta bahwa Yesus memang tidak berdosa.

Ketiga, fakta bahwa Yesus tidak berdosa didukung oleh banyak teks Kitab Suci. Yesus sendiri menantang para lawan-Nya: ”Siapakah di antara kamu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yoh 8:46) Yesus menyatakan bahwa setan tidak punya kuasa sedikit pun atas Dia (bdk Yoh 14:30). Rasul Paulus dalam kesaksian awalnya menegaskan hal ini: ”Dia yang tidak mengenal dosa…, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Kor 5:21) Pemimpin para rasul, Petrus, juga memberikan kesaksiannya: ”Ia tidak berbuat dosa, dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya.” (1 Ptr 2:22) Pernyataan paling kuat datang dari surat kepada orang Ibrani yang memandang Yesus sebagai Imam Agung: ”sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr 4:15)

Karena Yesus juga adalah manusia sama seperti kita, maka sebagai Imam Agung, Yesus dapat mengerti penderitaan dan tantangan kita sebagai manusia. Yesus juga mengalami pencobaan (Mrk 1:12-13; Luk 4:2-13; Mat 4:1-11). Bahkan, Yesus ”belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya…, supaya Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang.” (Ibr 5:8-9)

Konsili Vatikan II menegaskan Yesus sebagai manusia yang sempurna: ”Sebab Dia, Putra Allah, dalam penjelmaan-Nya dengan cara tertentu telah menyatukan Diri dengan setiap orang. Ia telah bekerja memakai tangan manusiawi, Ia berpikir memakai akal budi manusiawi, Ia bertindak atas kehendak manusiawi, Ia mengasihi dengan hati manusiawi. Ia telah lahir dari Perawan Maria, sungguh menjadi salah seorang di antara kita, dalam segalanya sama seperti kita, kecuali dalam dosa.” (GS 22; bdk KGK no 470; bdk juga no 471-472)

Keempat, ketidak-berdosa-an Yesus adalah fakta yang menunjukkan bahwa Yesus telah berjuang seperti yang dilakukan di Taman Getsemani (Mrk 14:32-36) dan pada akhirnya tidak jatuh dalam dosa. Dia belajar taat pada kehendak Bapa dalam penderitaan-Nya. Dengan tetap mengingat bahwa Yesus adalah manusia yang sama seperti kita dalam segala hal, maka ketidakberdosaan Yesus menjadi teladan bagi kita. Dia bisa, maka kita pun, bersatu dengan Yesus, juga bisa!

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 32 Tanggal 8 Agustus 2010

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*