Artikel Terbaru

Memilih Jurusan Selepas SMA

[NN]
Memilih Jurusan Selepas SMA
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) sudah diumumkan. Banyak wajah yang berseri-seri dan penuh dengan optimisme serta energi yang serasa tidak ada habisnya. Namun, banyak juga wajah sedih dan frustrasi karena tidak lulus. Memang ujian ini menjadi sebuah peristiwa yang bagi sementara orang menjadi pengalaman yang traumatis. Sebuah tekanan psikologis yang tentu saja berat bagi mereka yang memiliki harapan banyak, namun tidak mendapatkan hasil sebagaimana mestinya.

Tentu saja, rasa frustrasi ini cukup bisa dipahami karena proses belajar yang selama tiga tahun dijalani, kandas begitu saja.

Tulisan ini saya buat tidak untuk mengomentari Ujian Nasional karena saya yakin, masih banyak pakar pendidikan yang memiliki pandangan dan pemikiran yang lebih objektif dan lebih berpihak pada substansi dasar pendidikan.

Namun, saya akan lebih banyak memberikan sumbang saran atau pandangan tentang apa yang harus dilakukan seusai lulus Sekolah Menengah Atas dan hendak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Tentu saja tidak semua siswa bingung karena kemungkinan sudah ada yang telah lolos penjaringan yang dilakukan di beberapa Perguruan Tinggi sehingga asumsinya sudah tahu program studi yang nantinya akan diambil.

Minggu-minggu belakangan ini, lembaga layanan psikologi kami banyak didatangi oleh para siswa SMA dan orangtua murid yang datang untuk berkonsultasi tentang program studi yang nantinya akan diambil. Umumnya mereka bingung karena begitu banyak pilihan, begitu banyak kemauan, dan begitu banyak tawaran. Banyak di antara mereka yang minta dilakukan tes minat dan bakat sekadar untuk mengetahui program studi yang sesuai dengan kemampuan, potensi atau bakat yang mereka miliki.

Sebenarnya saya sendiri pernah menulis tentang hal ini tahun lalu. Namun, tak ada salahnya berbagi pemikiran dan juga pendapat, siapa tahu berguna bagi para orangtua dan juga para siswa.

Sebenarnya memilih program studi atau jurusan itu, gampang-gampang sulit. Gampang karena kita hanya perlu lebih mengenali diri sendiri. Sejauh kita paham kemauan dan kemampuan yang kita miliki, sebenarnya tidak akan sulit untuk mencari mana yang paling tepat untuk diri kita sendiri. Namun, sulit karena tak jarang ada banyak pilihan, ada banyak kemauan, dan juga yang pasti referensi yang serba terbatas. Tentu saja ini tidak mengherankan jika kita sendiri bingung. Terlebih jika ada intervensi yang memberikan pendapat ’ini’ dan ’itu’ yang membuat kita makin bingung saja.

Pada dasarnya ada tiga hal yang perlu kita kaji dari diri kita sebelum menentukan pilihan.

Pertama, kemampuan intelektual yang dimiliki. Potensi intelektual ini berkaitan pada potensi seseorang untuk belajar. Dari sisi teori psikologi sendiri secara umum kemampuan inteligensi dibagi dalam tiga kategori besar, yaitu di bawah rata-rata, rata-rata, dan di atas rata-rata. Pengertian rata-rata adalah taraf inteligensi yang dimiliki orang pada umumnya.

Kemampuan ini sedikit banyak (meski bukan satu-satunya faktor tunggal) mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menyerap hal-hal baru, untuk belajar materi baru. Seseorang yang inteligensinya bagus, secara teoretis akan lebih cepat menyerap materi baru, atau dengan kata lain, lebih cepat mempelajari hal baru dibandingkan dengan mereka yang memiliki kemampuan inteligensi rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata.

Untuk mengetahui taraf kemampuan inteligensi yang kita miliki, tidak harus selalu melakukan tes IQ, namun dengan memahami pola belajar kita, cepat tidaknya kita mempelajari materi, mudah tidaknya menyerap pelajaran di sekolah, tinggi rendahnya nilai akademik yang kita miliki sudah bisa menjadi petunjuk tentang potensi yang kita miliki.

Kedua, aspek kepribadian. Aspek ini berkaitan dengan karakter pribadi yang kita miliki. Hal ini akan memberikan gambaran tentang ketangguhan diri kita dalam proses pembelajaran yang nantinya akan kita lalui. Inilah faktor lain yang nantinya akan berperan penting dalam menentukan keberhasilan dalam bidang akademik. Banyak orang pandai secara intelektual, namun karena tidak ditunjang oleh faktor pribadi, hasilnya juga menjadi tidak maksimal. Faktor ini minimal berkaitan dengan ketekunan, semangat belajar, motivasi untuk berprestasi, kemampuan dalam membangun relasi, dan tentu saja masih banyak lagi. Namun, kira-kira faktor ini yang juga berperan penting dalam menentukan prestasi akademik kita selanjutnya. Pemahaman tentang gambaran pribadi ini akan memberi masukan pada diri kita sendiri apakah kita tipe orang yang suka tantangan, cepat puas, kurang sabar dalam belajar atau justru sebaliknya.

Ketiga, minat. Dalam memilih jurusan memang tidak bisa dilepaskan dari minat kita sendiri. Memang minat kita sering berubah-ubah. Namun, perubahan ini kadang hanya karena pengaruh eksternal saja dan juga karena kita seringkali dibingungkan oleh kemauan kita yang bisa jadi berbeda-beda. Memilih jurusan tanpa didasari oleh minat bisa saja membuat kita menjadi setengah hati menjalaninya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa minat juga bisa tumbuh sejalan dengan keterlibatan kita pada jurusan yang sudah kita masuki. Tentu saja ini juga sangat spekulatif karena banyak juga yang kemudian merasa salah jalan, akhirnya terhenti di tengah jalan karena merasa tidak sesuai.

Ketiga hal di atas bisa menjadi dasar acuan bagi kita untuk memilih jurusan yang kita kehendaki. Mencoba mengenali apa yang kita maui dan tentu saja masukan, pertimbangan orang lain juga akan sangat kita butuhkan. Tidak salah juga, sebelum menetapkan pilihan kita eksplorasi program studi yang hendak kita masuki. Hal ini akan banyak memberikan wawasan bagi kita tentang dunia yang nantinya akan kita masuki.

Intinya, memilih jurusan selepas SMA membutuhkan kecermatan yang sungguh. Diskusi dengan orang-orang terdekat akan lebih baik karena pasti akan memberikan masukan yang lebih objektif. Namun, memang dari pengalaman tak jarang diskusi dengan orang terdekat justru membuat kita sendiri jadi makin bingung. Jika sudah demikian, kita membutuhkan saran pihak lain, dalam hal ini tentu saja ahlinya. Setidak-tidaknya, mereka akan memberikan saran yang lebih objektif sesuai dengan tingkat kepakaran yang dimiliki.

Terakhir, setelah kita menetapkan pilihan, terjunilah dengan sungguh, total dalam menekuni bidang yang sudah kita tetapkan agar prestasi belajar juga baik.

Th. Dewi Setyorini

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 21 Tanggal 23 Mei 2010

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*