Artikel Terbaru

PSM Universitas Parahyangan: Semangat Muda, Semangat Juara

Puncak: Anggota PSM Unpar berfoto bersama seusai meraih juara I dalam ajang The 51st Internationaler Chorwettbewerb di Spittal an der Drau, Austria, Juni 2014.
[NN/Dok.PSMUnpar]
PSM Universitas Parahyangan: Semangat Muda, Semangat Juara
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Bermula dari hobi beberapa mahasiswa, komunitas ini berkembang menjadi kelompok paduan suara kelas dunia. Nama besar dirawat dan dijaga generasi penerusnya.

Hayu ayu batur hayu batur//Urang kumpul sarerea… Demikianlah sepenggal syair lagu Pileuleuyan yang dinyanyikan Paduan Suara Mahasiswa-Universitas Katolik Parahyangan (PSM Unpar) Bandung Jawa Barat sebagai suguhan Pembukaan Sinode Keuskupan Bandung di Hotel Pesona Bamboe Lembang, Jawa Barat, November 2015 silam. Tepuk tangan riuh pun menggema, sejenak setelah PSM Unpar selesai menyanyikan lagu khas bumi Pasundan itu. “Ini PSM Unpar yang berprestasi internasional,” ujar seorang ibu berbisik kepada HIDUP yang datang meliput acara Sinode.

Selesai pentas Marcellina Chrisella, anggota PSM Unpar dan teman-temannya berbagi cerita dengan HIDUP. “Kita pernah diundang dalam acara Kick Andy Metro TV sebagai paduan suara mahasiswa yang berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” ujar mahasiswi Akutansi Unpar ini. Gadis yang akrab disapa Chrisella ini menambahkan, mereka senantiasa berusaha memberikan yang terbaik, “Reputasi yang pernah ditorehkan wajib dijaga dari generasi ke generasi,” katanya.

Jejak Panjang
Tahun 1962, beberapa mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) yang memiliki hobi menyanyi sering berkumpul dan membentuk grup paduan suara. Kala itu, belum ada wadah resmi bagi mereka. Kondisi ini mendorong A.P. Sugiharto untuk mendirikan PSM Unpar. Tujuannya menampung minat mahasiswa di bidang musik dan paduan suara di lingkungan kampus.

Perjalanan selanjutnya, PSM Unpar tidak hanya berkecimpung dalam lingkup kampus. PSM Unpar mulai mengikuti kompetisi paduan suara antarkampus dan akhirnya menuai beragam prestasi. Jejak-jejak itu membuat PSM Unpar mulai disegani di dunia paduan suara mahasiswa tingkat nasional.

Pada rentang 1990-1994, PSM Unpar memenangi Festival Paduan Suara Tingkat Nasional secara berturut-turut. Rentetan kemenangan itu seakan memaksa mereka untuk beralih medan tempur. Pada tahun 1995, PSM Unpar memulai perjalanan internasionalnya. Tujuan pertama adalah negeri Kincir Angin. Dalam ajang The Netherlands International Choir Festival Arnhem di Belanda itu mereka meraih juara. Tidak menunggu lama, pada 1997, kembali lagi mereka mengikuti kompetisi internasional di Italia. Di Negeri Pizza itu, dalam event XIV Cocorso Polifonico Internazionale Guido D’Arezzo, mereka pun meraih salah satu penghargaan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*