Artikel Terbaru

Kolegialitas Transformatif

Kolegialitas Transformatif
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Gereja telah melukiskan gambar dirinya sejak 50 tahun silam. Dalam Konsili Vatikan II, lukisan wajah Gereja kian terbuka. Konsili mendorong seluruh elemen Gereja untuk melibatkan diri sebagai bagian dari derap langkah Gereja, yang berziarah bersama kepada Kristus; pun bersama umat dari tradisi lain di tengah dunia. Inilah corak partisipasi aktif yang dilukis 50 tahun silam.

Cikal bakal gerakan partisipasi aktif dalam kehidupan bersama – baik dalam Gereja maupun di tengah masyarakat – telah berkembang di dalam hirarki maupun awam. “Kerasulan kaum awam itu merupakan keikutsertaan dalam perutusan keselamatan Gereja. Dengan baptis dan penguatan, semua ditugaskan oleh Tuhan sendiri untuk ke-rasulan itu” (Apostolicam Actuositatem art.2). Oleh karena itu, prinsip partisipatoris yang dibangun memperkokoh paguyuban Umat Allah. Artinya, aspek paguyuban (communio) menjadi begitu penting, yakni seluruh elemen dalam Tubuh Gereja bersama-sama (kolegial) berpartisipasi. Maka mental Romo-sentris dan gaya feodal yang berbau otoriter tanpa dialog mestinya dibuang.

Alih-alih demikian, praktik-praktik feodal yang mencerminkan mental pra-Konsili masih menjamur. Tentu hal ini tidak serta merta menghilangkan kemajuan yang juga nampak dalam kepemimpinan umat Katolik. Namun, praktik-praktik feodal itu masih menjadi selilit bagi jalannya transformasi dalam Tubuh Gereja. Misal, kita kadang masih mendengar Pastor Paroki yang seenaknya mengambil keputusan tanpa melibatkan Dewan Paroki. Atau, pimpinan di lembaga Katolik yang berusaha melanggengkan kekuasaan.

Padahal, upaya kolegial dalam berpartisipasi aktif membangun communio itu sebenar-nya punya daya ubah, yang mampu mentransformasikan penghayatan iman di seputar altar menjadi mengalir ke luar hingga ke pasar. Altar sebagai simbol Ekaristi tetap menjadi sumber dan puncak transformasi: dari altar mengalir ke luar hingga pasar, dan kembali lagi ke altar. Dengan demikian, usaha melukis wajah Gereja yang partisipatif-aktif mewujud dalam usaha kolegialitas yang transformatif.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 2 Tanggal 10 Januari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*