Artikel Terbaru

Kaderisasi, Konsolidasi Fokus Pemuda Katolik

Wajah baru: Karol mengibarkan bendera PK sebagai tanda mulainya masa kerja kepengurusan periode 2015-2018.
[NN/Dok. Timur Angin]
Kaderisasi, Konsolidasi Fokus Pemuda Katolik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Untuk pertama kali, Pemuda Katolik (PK) dipimpin perempuan. PK ingin menekankan konsolidasi dan mencetak kader Gereja dan negara.

Anda diutus sebagai Pemuda Katolik untuk berkarya bagi bangsa, negara dan Gereja”. Demikian pesan Ketua Komisi Kerasulan Awam, Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Yustinus Harjosusanto MSF dalam upacara pelantikan dengan pemercikan air suci kepada pengurus Pemuda Katolik (PK) periode 2015-2018 di Aula Yustinus, Unika Atma Jaya, Jakarta, Minggu, 8/11.

Percikan air suci itu menandai era baru PK yang kemudinya untuk pertama kali dipegang seorang perempuan yaitu Karolin Margret Natasa, akrab disapa Karol. Seusai pemercikan, Karol menerima bendera PK dari Mgr Harjosusanto. Ia kemudian menjawab pesan Mgr Harjosusanto lewat pidato politik di hadapan sejumlah tokoh nasional dan para kader. Dokter lulusan Universitas Atmajaya ini menyatakan kesiapannya memimpin PK.

Karol terpilih sebagai Ketua PK dalam Kongres PK XVI di Hotel Pasific Palace, Batam pada Agustus 2015. Sesudah terpilih, ia langsung membentuk Pengurus Pusat 2015-2018 dan menunjuk Christopher Nugroho sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Gerak Cepat
Dalam wawancara dengan HIDUP via email dan telepon, wanita kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat, 12 Maret 1982 ini menjelaskan langkah-langkah yang akan dikerjakan dalam menahkodai PK. Sebagai langkah awal, seusai terpilih, Karol bersama Tim membuat websitePK versi baru, untuk menjawab tuntutan zaman yang dinamis. Sinergi antara Komisariat Daerah (Komda) dan Komisariat Cabang (Komcab) menjadi poin penting kematangan organisasi PK. Karena itu PK perlu memiliki website yang dapat merangkum kegiatan, pro gress, dan mengangkat isu-isu yang perlu disikapi PK.

Hal lain yang menjadi perhatian alumnus SMA Negeri I Pontianak ini adalah soal pembaruan organisasi. Karol menilai, PK belum memiliki perencanaan di stribusi kader yang terarah. Oleh karena itu, ia menetapkan salah satu program utama Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2015-2018 yaitu merancang mekanisme distribusi kader.

Anggota DPR-RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini juga merinci peluang soal distribusi kader berdasar pada perubahan sistem politik dan program pemerintah saat ini. Misalnya penempatan kader-kader PK sebagai: pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), staf ahli di DPR dan DPRD, penyuluh dan pendamping program pemberdayaan masyarakat, penerima beasiswa studi dari Kementerian, dll. “Beberapa sudah dilakukan dan akan terus dilakukan,” ungkap Karol via telepon, Selasa, 22/12.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*