Artikel Terbaru

Pasutri Marlinda-dr Hugo: Menjadi Berkat Bagi Sesama

Dukungan Keluarga: Keluarga dokter Hugo Tarik Nani.
[NN/Dok.Pribadi]
Pasutri Marlinda-dr Hugo: Menjadi Berkat Bagi Sesama
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Menolong yang berkekurangan dan sakit merupakan komitmen pasangan suami istri ini. Mereka melayani sebagai rasa syukur atas anugerah Sang Pencipta.

Tahun 1989, dokter Hugo Tarik Nani melayani di salah satu Puskesmas kecamatan di wilayah pedalaman Kalimantan Selatan. “Tempat ini masih terpencil. Rumah kami terpencil, tak ada listrik. Kalau saya dijemput orang malam-malam, istri harus ikut. Apa yang saya temukan di sana ternyata tidak seperti apa yang saya bayangkan. Ekonomi masyarakat bisa dikatakan sangat miskin. Kesehatan mereka juga kisah dokter Hugo.

Melihat kondisi masyarakat di tempat tugasnya, dokter Hugo tergerak untuk melayani mereka sepenuh hati, sekalipun tanpa bayaran dan dengan risiko tertular penyakit pasien. “Kalau saya tidak mau menolong mereka, siapa yang akan menolong di tempat itu? Inilah tugas yang harus saya laksanakan,” ujar dokter kelahiran Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 17 November 1957 ini. Bahkan tahun 1992, ia mendapat anugerah dokter teladan. Mestinya sang dokter menerima hadiah kenaikan gaji dan piagam. Namun ia hanya memilih menerima piagam. Dokter Hugo berusaha untuk tulus dan ikhlas dalam melibati pelayanan yang ia lakukan melalui profesinya sebagai seorang dokter.

Komitmennya melayani masyarakat, terutama mereka yang miskin dan sangat membutuhkan ini terus ia hidupi hingga kini. Ia merasa bahwa hal ini adalah panggilannya. Ia juga memilih untuk tidak mengambil spesialis. Menurutnya, menjadi dokter umum justru bisa menjawab kebutuhan dalam pelayanannya di daerah. “Saya tidak mengambil spesialis, waktu saya sudah lewat. Itu yang lebih baik untuk saya,” ungkapnya.

Dokter Hugo berharap bisa terus memberikan diri dalam pelayanan bagi orang lain. “Mudah-mudahan ini bisa saya lanjutkan terus karena saya percaya bahwa itulah tugas yang diberikan kepada saya,” ujar dokter Hugo.

Komitmen Bersama
Ketika memberikan pelayanan kesehatan, dulu dokter Hugo harus pergi berkeliling dari satu kecamatan ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. “Saya lupa tahun-tahunnya, tapi saya ke daerah-daerah di sini. Pernah juga saya naik perahu kecil untuk melayani masyarakat di pedalaman. Pelayanan ini bisa berhari-hari, menginap di rumah Kepala Desa,” kisahnya. Komitmen dokter Hugo untuk melayani sesama mendapat dukungan penuh dari sang istri, Marlinda Taufan. Dengan setia, Linda –sapaannya– tetap mendampingi sang suami bertugas di manapun. Linda pun memiliki komitmen untuk ikut memperjuangkan cita-cita suaminya, yaitu menolong orang lain.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*