Artikel Terbaru

Beato Antonius Neyrot OP: Martir Dominikan, Mualaf yang Bertobat

Memeluk Kristus: Pater Antonius Nayrot OP saat dirajam oleh penduduk di Tunisia.
[communio.stblog.com]
Beato Antonius Neyrot OP: Martir Dominikan, Mualaf yang Bertobat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIKI.com – Untuk membebaskan diri dari perbudakan dan penjara, ia memeluk Islam dan menjadi penerjemah Al-Quran. Akhirnya ia kembali ke iman Kristiani, walau dirajam sampai mati.

Seorang awak kapal merasa curiga saat melihat kapal-kapal tak dikenal menghampiri kapal mereka. Tiba-tiba ia berteriak-teriak, “Bajak laut! Bajak laut!” Para awak yang lain dan penumpang yang sedang terlelap pun sontak terjaga dan berusaha menyelamatkan diri dari sergapan bajak laut yang terkenal bengis itu.

Gerombolan bajak laut itu sebenarnya adalah bangsa Moor dari Afrika Utara, yang beragama Islam. Mereka tak segan menangkapi orang Kristen dari Eropa dan menjualnya di pasar budak di Aljazair dan di Maghribi, Moroko. Mereka menguasai daerah Aljazair, sekitar Laut Mediterania hingga beberapa daerah di Afrika Utara pada abad XV.

Tak ada ampun, bangsa Moor itu menjarah dan menangkap semua awak kapal, termasuk seorang imam Dominikan. Anggota Ordo Fratrum Praedicatorum (OP) itu lalu dijual sebagai budak kepada seorang khafilah Muslim asal Tunisia. Naas, Pater Dominikan itu harus mendekam di penjara karena diketahui seorang Kristen. Demi mendapatkan kebebasan, ia pun meninggalkan iman Kristen dan menyatakan diri masuk Islam.

Itulah penyangkalan iman Pater Antonius Neyrot OP. Ia tertangkap dan dibawa ke Tunisia, Afrika Utara, ketika sedang berlayar dari Sisilia menuju Napoli. Saat itu, ia diutus untuk menjadi misionaris di Sisilia.

Pemuda Bandel
Tak banyak informasi tentang masa kecil Antonius Neyrot. Ia lahir tahun 1425 di Rivoli, Piedmont –wilayah yurisdiksi Keuskupan Torino (kini: Keuskupan Agung Torino), Italia. Ia bergabung dengan Ordo Pengkhotbah (OP) di Biara San Marco, Florence, Italia.

Di bawah asuhan St Antonius dari Florence (1389-1459), Antonius tumbuh menjadi biarawan yang suka melakukan eksperimen dalam hidup. Selama menjalani pendidikan calon imam, ia dikenal sebagai pribadi yang cukup bandel dan tidak sabaran. Ia sering menyelesaikan suatu pekerjaan secara asal-asalan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*