Artikel Terbaru

Kilas Balik 2016

Uskup Agung Jakarta dan Uskup Ordinariat Militer Indonesia Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo saat ditemui di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 9/11.
[HIDUP/Y. Prayogo]
Kilas Balik 2016
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comPeristiwa yang tercatat sepanjang 2016 menjadi sesuatu yang menarik dan jadi bahan permenungan untuk melangkah ke depan. Beberapa peristiwa terangkum segar dalam ingatan.

Sepanjang 2016 tercatat beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam Gereja, baik lokal, nasional, maupun internasional. Dari sekian peristiwa tersebut, ada yang secara langsung mempengaruhi umat Katolik dalam hidup menggereja. Berikut petikan refleksi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo:

Bagaimana antusiasme umat Katolik dalam Tahun Kerahiman Allah?

Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang dimaklumkan Bapa Suci Fransiskus ditanggapi dengan semangat yang luar biasa, termasuk umat Katolik Indonesia, dan lebih khusus lagi umat Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Berbagai macam gerakan rohani, seperti penerimaan Sakramen Tobat, adorasi, ziarah, dan rekoleksi, diikuti banyak umat. Di gereja-gereja dan kapel-kapel di KAJ dipasang logo Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah dengan modifikasi sesuai dengan Arah Dasar KAJ. Di bawah logo ada tulisan “Amalkan Pancasila”, sedangkan di samping mengganti kata-kata asli dalam logo-tertulis Kerahiman Allah Memerdekakan. Selain itu juga dipasang lukisan “Anak Yang Hilang” karya Rembrandt. Diharapkan, kedua lukisan itu membantu umat KAJ untuk semakin mendalam menghayati Kerahiman Allah dan mendorong umat agar senantiasa mengamalkan Pancasila.

Apa yang menjadi dasar gerakan Rosario Merah Putih di KAJ?

Gerakan Rosario Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penanda dari tema “Amalkan Pancasila”. Umat KAJ sangat bersemangat dalam menanggapi ajakan ini.

KAJ baru membentuk Komisi Keadilan dan Perdamaian. Apakah itu sangat diperlukan?

Sebelum dibentuk Komisi Keadilan dan Perdamaian, masalah-masalah yang seharusnya ditangani secara khusus, baru ditanggapi oleh tim-tim ad hoc. Rasanya hal seperti itu sudah tidak bisa diteruskan lagi. Semakin jelas bahwa masalah-masalah yang berkaitan dengan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan mesti ditanggapi secara khusus pula.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*