Artikel Terbaru

Menikah Lagi secara Katolik

[weddinggownssquare.com]
Menikah Lagi secara Katolik
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comRomo Yth, saya adalah seorang perempuan yang telah menikah secara Katolik, namun suami meninggalkan saya sejak lima tahun lalu, tanpa ada kabar sama sekali hingga sekarang. Kini, saya sedang menjalin kasih dengan seorang laki-laki Katolik, dan kami sepakat mau menikah secara Katolik. Bagaimana caranya supaya saya bisa menikah secara Katolik? Mohon solusi praktis dari Romo. Terima kasih.

Vero, Jakarta

Saudari Vero yang baik, Sebelum menjawab pertanyaan (praktis) Anda, saya ingin menyampaikan hal-hal pokok dalam perkawinan Katolik yang perlu Anda ketahui. Perkawinan Katolik tidak mempunyai aturan perceraian. Perkawinan merupakan institusi yang sakral, yang amat dihormati dan dilindungi oleh Gereja dengan Hukum Kanonik.

Perkawinan sakramen merupakan salah satu cara Tuhan hadir di dunia ini, melalui persatuan dan hidup bersama dua pribadi yang disatukan dalam Gereja. Inilah arti terdalam dari sakramen. Kehadiran Tuhan tentu akan sulit dipahami jika perkawinan dapat dengan mudah diceraikan.

Jika Anda mau menyelesaikan masalah perkawinan, Anda perlu menjelaskan duduk permasalahannya secara lengkap. Penyelesaian secara general atau umum bisa merugikan, karena kaidah hukum Katolik menetapkan bahwa perkawinan sakramen tidak mungkin diceraikan. Saya mengandaikan Anda berdua adalah orang-orang Katolik, maka perkawinan sakramen Anda tidak bisa diceraikan karena alasan ditinggalkan oleh pasangan.

KHK Kan.1057 § 2 mengatakan: ”Kesepakatan perkawinan adalah tindakan kehendak dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan saling menyerahkan diri dan saling menerima untuk membentuk perkawinan dengan perjanjian yang tak dapat ditarik kembali.”

Pernyataan ini sekaligus menjelaskan bahwa pernikahan adalah kehendak bebas dari pihak-pihak yang mau menikah, menuntut segala sesuatu yang menjadi konsekuensi dari tindakannya secara pribadi dan tidak bisa ditarik kembali. Sebagai manusia dewasa, kita harus dapat mempertanggungjawabkan kehendak dan keputusan kita, juga seandainya keputusan itu mengandung risiko berat sekalipun.

Anda harus menjelaskan mengapa suami Anda meninggalkan Anda. Pihak otoritas Gereja perlu tahu apa yang melatarbelakangi masalah perpisahan rumah di antara Anda berdua. Seandainya masalah Anda memenuhi kriteria pernikahan tidak sah, perkawinan Anda dapat dibatalkan. Misalnya, adanya kelainan mental pihak suami sejak sebelum pernikahan, tetapi baru diketahui kemudian. Atau dapat juga karena suami tidak pernah dapat memenuhi kewajiban untuk melakukan hubungan seksual (impoten), sejak sebelum pernikahan sampai perpisahan terjadi.

Sangat disayangkan penjelasan Anda sangat sedikit mengenai masalah perpisahan ini. Tetapi, semoga jawaban saya di atas mengenai dapat tidaknya perpisahan disahkan, membantu Anda memikirkan apakah memang Anda berhak untuk memperoleh anulasi atau pembatalan dari pernikahan pertama. Harus saya katakan bahwa pembatalan selalu diputuskan melalui penelitian yang amat ketat dan hatihati.

Pembatalan tidak bisa diberikan untuk alasan yang biasa, seperti perselingkuhan, pernikahan pasangan, suami yang pergi, dll. Kecuali alasan yang disebut dalam KHK Kan 1073, yaitu: ”Halangan tetap menggagalkan membuat seseorang tidak mampu untuk melangsungkan perkawinan secara sah”, dengan penjelasan dari beberapa kanon di bawahnya.

Gereja dapat memberi kemurahan, dengan mengikuti peraturan keuskupan setempat, yaitu jika Gereja menganggap Anda adalah korban yang tanpa salah ditinggalkan oleh pasangan yang kemudian menikah lagi. Pernikahan kedua yang Anda lakukan tidak dapat disahkan, akan tetapi setelah beberapa tahun, Anda dapat memperoleh kemurahan menerima Komuni setelah terbukti setia pada iman, tetap rajin mengikuti Ekaristi; membuktikan hidup perkawinan yang baik dan aktif mengikuti kegiatan lingkungan setempat.

Silakan menghubungi pastor paroki Anda, ceritakan dengan lengkap, dan bawalah bukti-bukti yang akurat untuk menjelaskan masalah Anda. Semoga pihak Gereja dapat membantu Anda menyelesaikannya, tanpa melanggar Hukum Kanonik yang kita junjung tinggi. Tuhan memberkati.

Pastor Alexander Erwin Santoso MSF

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 44 Tanggal 28 Oktober 2012

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*