Artikel Terbaru

Kandang Natal

Kandang Natal
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMengapa kandang Natal diperciki air suci dan didupai? Bukankah kandang Natal itu hanyalah dekorasi untuk menciptakan suasana Natal? Apa yang bisa dipelajari dari kandang Natal?

Maria Demitria Ekawati, Lawang-Malang

Pertama, kandang Natal diperciki air suci dan didupai supaya disucikan. Kandang Natal bukanlah sekadar hiasan, tetapi sebuah sarana bantu sederhana tapi cukup hidup untuk mengenangkan kembali peristiwa kelahiran Yesus di kandang di Betlehem. Kandang Natal adalah sebuah tradisi yang indah dalam Gereja untuk mengajarkan dan membangkitkan iman kepada anak-anak maupun orang dewasa. Karena itu kandang Natal bisa menjadi sarana evangelisasi yang sangat hidup. Sekarang ini sudah sangat sedikit orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk berdoa di depan kandang Natal sesudah perayaan Ekaristi. Tradisi yang baik ini bisa dibangkitkan kembali sebagai sarana untuk membangkitkan kembali butir-butir iman tentang Yesus Kristus, Putra Allah.

Kedua, kandang Natal membantu kita untuk merenungkan beberapa butir iman, antara lain: i) dalam bayi kecil mungil dan tak berdaya itu, kita diundang untuk mengimani kehadiran Allah Putera yang datang untuk menebus dunia. Bayi kecil itu adalah Allah Putera yang rela merendahkan diri-Nya dan turun menjadi manusia, sama seperti kita. Jadi, bayi kecil itu adalah bukti betapa Allah mengasihi kita, umat manusia.

ii) Keadaan bayi kecil yang lahir dalam kemiskinan dan kesederhanaan di gua di Betlehem adalah bukti bahwa Allah Putera, “yang meskipun adalah kaya, menjadi miskin” (2 Kor 8:9) untuk kita, demi kita. Allah Putera mau mengalami nasib manusia, bahkan yang paling miskin dan hina. Dalam cahaya Paskah, kita bisa berkata bahwa Allah mau menjalani pengalaman manusia yang tergelap, yaitu kematian. Solidaritas Putera Allah ini harus membawa kegembiraan, kebahagiaan, dan damai bagi kita, seperti halnya yang terjadi pada para gembala. Inilah rahasia Natal yang terungkap melalui kandang Natal.

Apakah Yesus dilahirkan di gua atau di kandang?

Nicolas Ardiyanto, Surabaya

Pertama, kalau kita melihat data Injil, dikatakan bahwa Yesus lahir dan dibaringkan “di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Luk 2:7). Palungan adalah tempat makan untuk ternak. Tidak dikatakan secara jelas tempat kelahiran Yesus. Sangat mungkin palungan yang digunakan Maria dan Yosef untuk membaringkan Yesus itu memang terletak di dalam sebuah gua. Di sekitar kota Betlehem terdapat berbagai macam gua, dari kecil hingga besar. Bisa jadi, gua-gua itu dijadikan “kandang” untuk domba-domba sehingga di sana ditemukan palungan.

Kedua, memang ada tradisi kuno yang mengatakan bahwa Yesus dilahirkan di sebuah gua. Ini menjelaskan bahwa dulu lebih sering dikatakan “gua Natal” bukan “kandang Natal”. Menurut St Hieronimus, penerjemah Kitab Suci yang terkenal itu, Kaisar Hadrianus berusaha memusnahkan tradisi yang mempercayai bahwa Yesus dilahirkan di sebuah gua dan menjadikan gua kelahiran Yesus itu sebagai tempat pemujaan dewa Adonis. Hieronimus menulis tentang hal ini dalam suratnya kepada Paulina.

Tahun 330, Kaisar Konstantinus mendirikan sebuah gereja yang indah di atas gua yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus. Gua kelahiran Yesus ini tidak jauh dari tempat tinggal Hieronimus selama 35 tahun. Pada 531-565, gereja ini diperluas oleh Yustinianus, dan kemudian dipugar kembali pada abad XII. Itulah Gereja Nativity yang banyak dikunjungi para peziarah. Gua yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus terdapat di bawah altar utama gereja.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 51 Tanggal 18 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*