Artikel Terbaru

Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto: Saya Siap Diutus

Yohanes Rasul Edy Purwanto.
[HIDUP/ Yanuari Marwanto]
Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto: Saya Siap Diutus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaatnya ia menarik sauh, setelah sebelas tahun berlabuh di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Ia akan kembali ke dermaga asal, Keuskupan Agung Semarang. “Saya siap diutus.”

Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto berdiri di depan ruang pertemuan KWI, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, akhir Oktober lalu. Dengan mengenakan busana batik dan celana panjang hitam, ia menyalami satu per satu Uskup yang datang dari seluruh Indonesia. Saat itu, para pemimpin Gereja Lokal akan memulai sidang tahunan.

Sepuluh hari sidang, selama itu pula, Romo Edy berada di tengah para Uskup. Ia datang sebelum para Uskup tiba di ruang sidang dan kembali jauh malam. Ia ingin memastikan seluruh persiapan sidang lanjutan besok tak ada yang kurang.

Sidang kali itu amat berbeda baginya. Sidang kemarin merupakan acara pamungkas dalam perannya sebagai Sekretaris Eksekutif KWI. Enam tahun ia mengemban tanggung jawab itu. Per 15 Desember tahun ini, berdasarkan Surat Ketetapan Presidium KWI, Romo Edy kembali ke dermaga asalnya, Keuskupan Agung Semarang.

Aneka Perutusan
Romo Edy menjalani aneka perutusan sebelum berlabuh di KWI, sejak ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Agung Semarang waktu itu, Mgr Julius Riyadi Darmaatmadja SJ, pada 8 September 1993. Tugas perdana Romo Edy sebagai imam baru adalah menjadi Pastor Rekan Paroki Katedral St Perawan Maria Ratu Rosario Suci Semarang.

Dua tahun kemudian, Kardinal Julius mengutus dia ke Paroki St Yusup Bintaran, Yogyakarta. Selain menjalani karya pastoral dan menjadi pastor mahasiswa Yogyakarta, ia didapuk sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan. “Kardinal menginginkan saya mempelajari tentang Komsos. Beliau berharap, saya bisa menjadi penerus dan pengembang karya komisi itu ke depan,” ungkapnya.

Tiga tahun kemudian, Romo Edi diutus oleh Uskup Agung Semarang yang baru, Mgr Ignatius Suharyo, ke Paroki Mater Dei Lampersari. Di sela-sela karya pastoral, ia masih melanjutkan tanggung jawab di Komsos selama beberapa waktu. Pada 1998, Mgr Suharyo meminta ia untuk menahkodai Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*