Artikel Terbaru

Iman Katolik Bukan Politeis

[NN]
Iman Katolik Bukan Politeis
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ada seorang sahabat dekat saya yang dengan tulus mempertanyakan bagaimana mungkin iman Gereja Katolik akan Tritunggal mahakudus itu bukanlah politeisme dan karena itu tidak disebut kafir. Dengan menyebut tiga pribadi, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, bukankah ada tiga Allah. Bagaimana saya harus menjelaskan bahwa iman Katolik itu bukan politeis dan kita bukan kafir? Mohon bantuan untuk memperjelas.

Stevanus Pratomo, Pamekasan

Pertama, permasalahan utama di sini bukanlah soal penjelasan tentang misteri Allah Tritunggal Mahakudus, karena ajaran itu sulit dimengerti oleh orang- orang Katolik sendiri, apalagi oleh orang yang bukan Katolik. Maka, tidak perlu menjelaskan tentang misteri Tritunggal Mahakudus kepada sahabat Anda. Salah satu kemungkinan untuk menunjukkan kepada sahabat Anda bahwa iman Katolik bukanlah politeis dan karena itu kita ini bukan kafir, ialah merujuk ke Alquran. Inilah yang akan kita lakukan.

Kedua, pikiran bahwa iman kristiani bersifat politeisdan karena itu kafir, sama sekali bertentangan dengan apa yang ditulis dalam Alquran. Alquran memandang orang-orang Kristiani sebagai pembimbing dan penasihat untuk orang-orang Muslim. Beberapa bukti: ”Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau. (Sura 10 Yunus 94). Juga dikatakan: ”Dan tidak Kami mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu (tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengetahui.” (Sura 16 Lebah 43). Dalam kedua teks tersebut, yang dirujuk
itu ialah orang-orang Kristiani.

Ketiga, jelas sekali bahwa Alquran tidak menyebut orang-orang Kristiani sebagai kafir, tetapi justru akan diangkat di atas orang kafir: ”(Ingatlah tatkala Allah berfirman: ”Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu) dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan akan menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat.” (Sura 3 Keluarga Imran 55) Kata-kata ini mengandung pengertian bahwa para pengikut Nabi Isa tidak akan menjadi kafir sampai pada saat kiamat. Dengan kata lain, monoteisme akan tetap terus berlanjut sampai pada hari kebangkitan.

Keempat, Alquran jelas merujuk orang-orang Kristiani sebagai monoteis, bersama dengan agama-agama monoteis lainnya. ”Sesungguhnya orang-orang beriman (yaitu orang Muslim),orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi-an, barangsiapa yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala di sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak (pula) mereka berdukacita.” (Sura 2 Sapi Betina 62) Semua agama yang dirujuk di sini mempunyai satu Allah, monoteis.

Kelima, orang-orang Kristiani jelas dibedakan dari orang Yahudi dan juga orang-orang kafir: ”Sungguh akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman (yaitu orang Muslim), yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik. Dan sesungguhnya akan engkau dapati (pula) orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang- orang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, ’Sesungguhnya kami adalah orang Nashara.” (Sura 5 Hidangan 82). Juga teks lain: ”Sesungguhnya orang- orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi-in, Nasrani, Majusi, dan orang-orang yang mempersekutukan Allah, sesungguhnya Allah akan memberi keputusan antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah akan menyaksikan segala sesuatu.” (Sura 22 Haji 17). Yang dimaksud dengan orang Nashara tak lain adalah orang Nasrani, orang-orang Kristiani, yaitu para pengikut Yesus, orang Nasaret itu. Di sini jelas sekali bahwa para pengikut Yesus dibedakan dengan tegas dari orang Yahudi dan orang kafir (musyirik).

Keenam,
kiranya juga penting mengetahui adanya salah paham di antara umat Muslim tentang ajaran Tritunggal Mahakudus. Seringkali Tritunggal Mahakudus disalah mengerti sebagai triteisme, yaitu percaya adanya tiga allah. Orang- orang Katolik sendiri melawan triteisme (bdk HIDUP No 20, 18 Mei 2010). Baik Alkitab maupun Alquran sama-sama melawan triteisme dan memegang teguh monoteisme.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 38 Tanggal 19 September 2010

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*