Artikel Terbaru

Kanak-Kanak Yesus

[morethings.com]
Kanak-Kanak Yesus
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comSiapa narasumber Matius dan Lukas dalam menulis kisah Kanak-kanak Yesus? Apakah mungkin Yusuf dan Maria menceritakan masa kecil Yesus kepada mereka secara terpisah? Mengapa ada perbedaan mencolok antara kisah Matius dan Lukas?
Ursula Endah Yanti, Kediri
Pertama, ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa Yusuf adalah narasumber Penginjil Matius, sedangkan Maria adalah narasumber Penginjil Lukas. Tetapi jika Yusuf dan Maria adalah narasumber kedua penginjil, muncullah pertanyaan besar, mengapa kedua Injil itu menceritakan Yesus secara berbeda, bahkan ada beberapa pertentangan?
Kedua, menurut tradisi, Yusuf wafat ketika Yesus berumur belasan tahun. Hal ini bisa disimpulkan dari kenyataan bahwa Yusuf tidak pernah disebut dalam kisah hidup Yesus dewasa. Ketika Yesus mengunjungi Nazaret, orang-orang berkomentar, “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan ada bersama kita?” (Mrk 6:3). Nama orang-orang dekat Yesus disebut, tetapi nama Yusuf tidak muncul sama sekali. Nampaknya Yusuf sudah meninggal dunia lama, sehingga Yesus dikenal sebagai anak Maria. Yesus juga dikenal sebagai tukang kayu. Maka, tidak mungkin Yusuf menjadi narasumber untuk menceriterakan kisah Kanak-kanak Yesus.
Menilik banyak kesalahan fakta sejarah dalam Luk 1-2, sulit mengandaikan bahwa kisah itu berasal dari seorang saksi seperti Maria. Jadi, sangat mungkin narasumber, baik Matius maupun Yusuf, bukanlah Yusuf dan Maria. Kita tidak tahu dari siapa Matius dan Lukas mendapatkan informasi tentang kisah Kanak-kanak Yesus.
Ketiga, memang benar ada perbedaan antara Matius 1-2 dan Luk 1-2, tetapi kita tidak boleh mengabaikan ada kesesuaian antara kedua kisah Kanak-kanak Yesus itu. Ada lima butir kesesuaian; nama kedua orangtua bayi laki-laki itu ialah Yusuf dan Maria, mereka berdua sudah bertunangan (Mat 1:18; Luk 1:27); Maria mengandung bayi itu dari Roh Kudus (Mat 1:29; Luk 1:34); c) dan bayi laki-laki itu dilahirkan di Betlehem (Mat 2:1; Luk 2:4); Malaikat menyatakan bahwa bayi laki-laki itu akan diberi nama Yesus (Mat 1:21; Luk 1:31); Anak laki-laki itu menjalani masa kecil di Nazaret (Mat 2:23; Luk 2:39). Selain lima butir ini, rincian lain dari kisah Kanak-kanak Yesus dalam Matius dan Lukas sungguh berbeda.
Keempat, perbedaan antara Matius dan Lukas cukup mencolok, misal Matius menulis bahwa Yusuf dan Maria tinggal di Betlehem (2:1) dan karena itu, Yesus dilahirkan di Betlehem (2:1). Lukas menulis bahwa Maria dan Yusuf tinggal di Nazaret (2:26), tetapi karena ada sensus yang diperintahkan Kaisar Roma, mereka harus pergi ke Betlehem sehingga Yesus dilahirkan di Betlehem.
Menurut Matius, keluarga Yesus tinggal selama dua tahun di Betlehem (2:16), sampai mereka melarikan diri ke Mesir untuk menghindari Raja Herodes, dan baru kemudian sepulang dari Mesir, mereka tinggal di Nazaret (2:23). Sedangkan menurut Lukas, Maria dan Yusuf datang dan tinggal di Nazaret ketika bayi mereka berumur sekitar satu setengah bulan (2:39). Fakta lain, menurut Matius, mereka memutuskan pindah ke Nazaret dan meninggalkan Betlehem karena takut kepada Gubenur Arkhelaus. Ini jelas mengandaikan bahwa mereka sebelumnya tidak pernah tinggal di Nazaret (2:21-23). Sedangkan menurut Lukas, keluarga ini tinggal di Nazaret (2:39), bukan karena ketakutan apapun.
Perbedaan-perbedaan ini haruslah dilihat dalam kaitan lima butir kesamaan yang sudah disebutkan. Kesamaan ini menunjukkan bahwa kedua penginjil bukan berkhayal, tetapi menceritakan peristiwa yang sungguh historis, yaitu menunjukkan jati diri Yesus, Sang Mesias. Perbedaan terjadi lebih kepada urutan peristiwa, yang nampaknya tidak penting. Perbedaan ini nampak berasal dari kelemahan subjektif dalam menyampaikan kisah dari narasumber kepada penulis Injil.
Petrus Maria Handoko CM
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 1 Tanggal 3 Januari 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*