Artikel Terbaru

“Pesta Keluarga” Bersama Kaum Papa

Perjamuan Natal di Basilika Santa Maria Trastevere, Roma.
[www.santegidio.org]
“Pesta Keluarga” Bersama Kaum Papa
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apaapa untuk membalasnya kepadamu (Luk 14:12-14).

Dingin menggigit kulit saat 47 orang berkumpul di Basilika St Maria Trastevere Roma, Italia, 25 Desember 1982. Hari itu, basilika nampak berbeda. Meja-meja bertaplak merah ditata dengan paduan bunga-bunga yang menghiasi basilika. Musik mengalun, menggema di dalam basilika. Sementara itu, orang-orang duduk mengelilingi meja perjamuan.

“Makan Siang Natal” ini menjadi tradisi pesta keluarga yang digagas Komunitas Sant’Egidio bagi kaum miskin dan terpinggirkan. Komunitas Sant’Egidio menganggap mereka sebagai sahabat dan saudara. Pelayanan komunitas bagi orang miskin ini dihayati melalui jalinan persahabatan dengan semangat kekeluargaan. Berdasarkan apa yang dihayati ini, Komunitas Sant’Egidio melahirkan pesta keluarga melalui perjamuan siang Natal di Basilika St Maria Trastevere Roma.

Hargai Martabat
Dengan mengadakan perjamuan siang Natal di Basilika St Maria Trastevere, Gereja menggarisbawahi bahwa orang miskin sungguh lekat di hati Gereja, khususnya pada Hari Raya Natal. Hal ini menunjukkan bagaimana Komunitas Sant’Egidio mengajak semua orang menghargai martabat orang miskin.

Pendiri Komunitas Sant’Egidio, Andrea Riccardi menulis dalam pengantar buku “Makan Siang Natal”, bahwa perjamuan di Basilika St Maria Trastevere menjadi wujud mimpi seorang uskup yang sangat memperhatikan orang miskin, Mgr Helder Câmara. Tahun 1965, Mgr Câmara mencetuskan ide untuk merayakan Ekaristi bersama orang miskin di Basilika St Maria Trastevere. Perayaan ini ingin menyatakan, Gereja merupakan rumah bagi orang miskin.

“Sekarang mimpi ini menjadi kenyataan bukan hanya di Roma, tapi di berbagai tempat di dunia. Kita berharap mimpi ini akan tertular pada banyak orang. Dengan menghayati dan melaksanakannya, membuat hidup lebih indah dan bukan hanya bagi mereka yang hidupnya terluka, tapi juga bagi hidup kita semua,” tulis Andrea Riccardi.

Seiring waktu, jumlah orang yang diundang untuk mengikuti perjamuan siang Natal makin bertambah hingga kini. Komunitas Sant’Egidio mengundang orang miskin, tuna wisma, para imigran, saudarasaudari berkebutuhan khusus, anak-anak jalanan, pengemis, dan banyak lagi yang menderita.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*