Artikel Terbaru

Jamuan Natal bagi Kaum Papa

Makan Siang Natal di Sekolah Kiara Karitas Lippo.
[NN/Dok.KPK]
Jamuan Natal bagi Kaum Papa
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMakan Siang Natal bukan sekadar makan-makan. Melalui gerakan ini, Gereja diajak untuk melihat bahwa orang miskin adalah harta kekayaan Gereja.

Awal Desember, rumah Antonius Andi Janto Singgih penuh dengan bingkisan, padahal Natal masih menunggu di penghujung bulan. “Itu bingkisan untuk kado bagi peserta MSN (Makan Siang Natal-Red),” kata Andi. Bingkisan-bingkisan itu berisi macam-macam, mulai dari sepatu, tas sekolah, hingga seragam sekolah. Semua itu bersumber dari donatur dan anggota Komunitas Pria Katolik (KPK) yang didirikan Andi dua tahun silam. Isi bingkisan itu, kata Andi, harganya berkisar 150 ribu rupiah.

Ada sebuah momen yang tak bisa Andi lupakan. Ia menyaksikan seorang dara kecil tersenyum bahagia saat mendapatkan boneka Barbie. Bibir anak itu bergetar. Baru kali itu ia mendapatkan hadiah boneka. Kini, setahun berselang boneka itu masih ia simpan. “Kami masih simpan hadiah MSN tahun lalu, Om. Ini boneka Barbie dari Om,” ujar Andi menirukan ucapan anak itu saat ia mengunjunginya akhir November silam.

Kaum Papa
Pengalaman serupa juga dialami pasangan suami-istri Vergo Ananta dan Francisca Sutrisno dari komunitas Choice. Saat makan, Vergo dan Cisca mengobrol akrab dengan beberapa peserta “Makan Siang Natal”. Cisca tampak menyimak cerita seorang ibu tentang kehidupannya. Cerita si ibu membuat hati Cisca seperti disayat sembilu.

Selesai makan, peserta diajak untuk membuka kado yang dibagikan. Seorang anak yang duduk di samping Cisca tetiba memeluk erat Cisca. “Anak itu memeluk istri saya. Ia berkata, ‘Terima kasih, Kak. Sepatu ini akan kupakai untuk sekolah’,” kenang Vergo.

Cisca membalas pelukan anak itu dengan mesra. Cisca berusaha tersenyum menahan haru dan air mata yang masygul. Cisca mengajak anak itu untuk memasang tali sepatu dan meminta ia untuk mencoba. “Pas sekali, Kak, terima kasih, ya Kak,” anak itu berujar sembari memeluk Cisca.

Masih menahan rasa haru dan gembira yang berdebur hebat dalam dirinya, Cisca membungkus makanan yang masih ada agar bisa dibawa pulang peserta. Panitia membagi rata makanan itu kepada peserta untuk dibawa pulang.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*