Artikel Terbaru

Pintu Suci

[Ist]
Pintu Suci
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comDikatakan bahwa dalam Tahun Suci di bukalah Pintu Suci? Apakah Pintu Suci itu? Di bandingkan dengan pintu-pintu yang lain, mengapa pintu ini disebut suci? Apa makna Pintu Suci?
Yulina Saraswati, Sidoarjo
Pertama, Pintu Suci (Latin porta sancta) adalah pintu gerbang di empat basilika utama di Roma dan di tiga basilika di tempat lain yang ditentukan Paus, yang dibuka hanya pada setiap Tahun Suci, dan sesudah itu ditutup kembali dengan batu dan semen pada akhir Tahun Suci. Pintu Suci adalah simbol Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai Pintu. Dalam bulla Incarnationis Mysterium, St Yohanes Paulus II menulis bahwa Pintu Suci “mengingatkan peralihan dari dosa ke rahmat yang harus dilakukan oleh setiap orang Kristiani. Kata-kata Yesus, ‘Aku adalah Pintu’ (Yoh 10:7) bertujuan memperjelas bahwa tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Dia. Simbolisasi yang diterapkan Yesus untuk diri-Nya memberikan kesaksian kepada kenyataan bahwa hanya Dia Penyelamat yang diutus Bapa. Hanya ada satu jalan mutlak yang terbuka untuk keselamatan. Hanya kepada Dia kata-kata pemazmur bisa diterapkan dalam kebenaran penuh, ‘Inilah pintu Tuhan dimana orang benar boleh masuk’” (Mzm 118:20).
Maka, masuk melalui Pintu Suci dari luar ke dalam Basilika St Petrus sama seperti meninggalkan dunia lalu masuk ke dalam hadirat Allah. Hal ini mirip dengan yang terjadi di Bait Allah Yerusalem, yaitu Imam Agung pada Pesta Yom Kippur melewati pintu bertirai masuk ke tempat yang paling kudus dari yang kudus ke hadirat Allah untuk mempersembahkan kurban. Melewati Pintu Suci adalah tindakan simbolis yang menyatakan keyakinan kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah, Tuhan dan Penyelamat yang menderita, wafat dan bangkit demi keselamatan kita. Tindakan simbolis ini juga berarti bahwa seseorang dengan gagah berani meninggalkan kerajaan dunia dan masuk ke hidup baru dalam rahmat Kerajaan Allah.
Jadi, masuk melalui Pintu Suci hendaknya bukanlah tindakan mekanis melulu, tetapi harus menjadi ungkapan simbolis pertobatan hati yang mendalam, yang percaya kepada Yesus sebagai Penyelamat. Masuk melalui Pintu Suci hendaknya juga mengungkapkan pembaruan hidup seseorang. Partisipasi subyektif setiap orang tentu akan sangat diharapkan. Mereka yang melewati Pintu Suci akan mendapatkan indulgensi lengkap.
Kedua, dalam membuka Pintu Suci, menurut tradisi Bapa Suci memukul pintu itu tiga kali dengan palu perak. Pemukulan tiga kali menyimbolkan tindakan Musa yang memukul batu karang supaya air memancar keluar secara ajaib melepaskan dahaga rohani jiwa-jiwa (Bil 20:6 dst). Air adalah simbol rahmat yang dicurahkan Allah kepada Tahun Suci. Pemukulan pintu menyimbolkan dilepaskan rahmat yang berlimpah bagi umat.
Pembukaan Pintu Suci juga menyimbolkan penyingkiran hambatan-hambatan untuk bersatu dengan Tuhan. Selama Tahun Suci, kita berharap agar hambatan-hambatan berupa kelemahan pribadi, godaan, dan dosa akan disingkirkan, sehingga kita mencapai kesatuan suci dengan Tuhan.
Ketiga, semula ada tujuh Pintu Suci yang telah ditetapkan Paus, yaitu di empat basilika utama di Roma; Basilika St Petrus, Basilika St Yohanes Lateran, Basilika Maria Maggiore, dan Basilika St Paulus, Katedral Santiago de Compostela di Spanyol, Peziarahan Cure dari Ars, Perancis, dan Basilika- Katedral Notre-Dame di Kanada. Pada Oktober 2015, Paus Fransiskus memperluas Pintu Suci melalui bulla Misericordiae Vultus dengan memberi wewenang kepada setiap Uskup agar menentukan sendiri Pintu Suci masing-masing. Pada umumnya, Pintu Suci terkait dengan Katedral, tetapi tidak harus, dan bisa juga ditentukan pintu lain di tempat-tempat ziarah. Tujuan Paus Fransiskus ialah untuk memperluas kemungkinan umat merayakan Tahun Suci Kerahiman Ilahi.
Petrus Maria Handoko CM
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 49 Tanggal 6 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*