Artikel Terbaru

Iman Akhir Zaman

[Ist]
Iman Akhir Zaman
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comApakah kita harus percaya dengan akhir zaman? Apakah yang dimaksud dengan Parousia itu? Apakah peran Yesus Kristus pada akhir Zaman?
Melki Iwan Samsarawan, 0813 3862 7xxx
Pertama, akhir zaman merupakan butir iman yang termasuk dalam syahadat iman kita, meskipun tidak secara eksplisit, yaitu pada pengakuan bahwa Yesus Kristus “akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati” (syahadat para Rasul) atau “Ia akan kembali dengan mulia mengadili orang yang hidup dan yang mati” (syahadat Nikea-Konstantinopel). Jadi, butir iman ini harus dipercayai. Tanpa kepercayaan akan akhir zaman, seluruh penghayatan keagamaan kita akan dibahayakan.
Akhir zaman adalah perjalanan waktu berhenti untuk seluruh alam semesta. Akhir zaman ini biasa dikenal juga dengan “kiamat”. Setelah perjalanan seluruh alam semesta ini berakhir, maka akan datang Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan-Nya untuk mengadili semua orang, baik yang hidup maupun yang mati. Yesus Kristus datang sebagai Hakim Akhir Zaman. Kedatangan Kristus yang kedua dengan disertai kekuasaan dan kemuliaan inilah yang disebut sebagai parousia, bahasa Yunani yang berarti kedatangan. Dalam liturgi, kedatangan Kristus yang kedua ini dirayakan pada akhir tahun liturgi, yaitu sebagai Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.
Kedua, dalam Perjanjian Baru, kata parousia belum menunjuk secara langsung kepada kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali dalam kemuliaan-Nya pada akhir zaman. Kata parousia baru mendapatkan arti yang lebih luas itu baru pada akhir abad pertama. Akan tetapi, Perjanjian Baru memberikan lukisan yang jelas tentang akhir zaman dan peran Yesus Kristus (Mat 24:1-25.46; Mrk 13:1-37; Luk 21:5-36). Matius menonjolkan peranan Anak Manusia sebagai Hakim (Mat 25:31-46), sedangkan Lukas melukiskan akhir zaman sebagai hari pemenuhan penyelamatan dan awal yang menentukan bagi penyelesaian Kerajaan Allah (Luk 21:28).
Dalam Perjanjian Baru ditekankan bahwa kedatangan akhir zaman sudah dekat, sehingga jemaat kristiani harus selalu siap sedia dan berjaga-jaga (Mat 24:42; 25:13; Mrk 13:35; Luk 21:36). Paulus juga mendesak berjaga-jaga mengingat akhir zaman sudah sangat dekat (1 Tes 4:16-17; 2 Tes 1:7-8).
Ketiga, pada akhir zaman dinyatakan bahwa Anak Manusia akan menjadi Hakim. Yesus sebelum wafat sudah berkotbah tentang pengadilan yang dilakukan Anak Manusia pada akhir zaman. Demikian juga, Yesus menghubungkan kotbah dan pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah dengan pengadilan Anak Manusia. Yesus menghubungkan Anak Manusia dengan diri sendiri, “Sebab barang siapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus” (Mrk 8:38; Luk 12:8; bdk Mat 10:32). Jadi, Anak Manusia yang akan datang sebagai Hakim Akhir Zaman itu tak lain ialah Yesus Kristus yang bangkit dan mulia.
Keempat, “mengadili orang yang hidup dan yang mati” berarti bahwa semua orang, baik masa lampau maupun sekarang dan kapanpun. Di sinilah segala rahasia hati terungkap, semua tindakan terhadap Allah dan sesama menjadi nyata. Setiap orang akan menerima ganjaran atau hukuman abadi sesuai dengan perbuatan di dunia. Kristus akan mengadili dengan kekuasaan yang Dia peroleh sebagai penebus dunia yang datang membawa keselamatan bagi semua orang. Dalam Mat 25:31-46 Yesus mengungkapkan tolok ukur pengadilan terakhir: pertama, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan” (Mat 25:35-36.42-43). Kedua, sikap dan tindakan hidup manusia kepada sesamanya, “Sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, maka ….” (Mat 25:40.45).
Petrus Maria Handoko CM
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 44 Tanggal 1 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*