Artikel Terbaru

Menikah Lagi Demi Keturunan

Ilustrasi Dok. HIDUP
Menikah Lagi Demi Keturunan
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comDear Romo Erwin, salam kenal. Saya Sinta, sudah berkeluarga hampir 10 tahun, tapi belum punya anak. Kalau terbukti saya yang mandul, bolehkah saya menasihatkan agar suami mengambil wanita lain tanpa cerai? Hal ini mengingat hasrat kami memperoleh keturunan sangat besar. Kami telah mengadopsi dua orang anak, tapi tetap merasa resah. Sebaliknya, jika suami yang mandul, bolehkah saya mengambil pria lain? Terima kasih Romo.
Sinta, Bandung
Ibu Sinta yang sedang bingung, perkawinan Katolik memang mensyaratkan anak sebagai syarat yang harus dimungkinkan jika orang menikah. Artinya, jika orang menikah, ia harus mau punya anak, terbuka pada kelahiran anak, terbuka pada kehendak Tuhan yang mau menganugerahkan anak atau tidak. Jika seseorang tidak mau punya anak, maka perkawinannya akan dianggap tidak sah.
Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa Gereja mengharuskan setiap orang yang menikah punya anak. Anak adalah anugerah Tuhan dan kebebasan Tuhan saja yang menentukan apakah pasutri bisa punya anak tau tidak. Orang yang tak punya anak tidak dapat membatalkan perkawinannya atau bahkan menikah lagi. Anak benar-benar anugerah Tuhan, tidak boleh ada manipulasi ataupun cara-cara yang mengharuskan orang punya anak atau mengurangi jumlah anak.
Manusia suka mengatur apa yang sebenarnya menjadi hak Tuhan. Jika mereka tidak punya anak, mereka meminta dengan banyak cara, tapi jika diberi anak lebih dari dua, lalu merekayasa dengan program Keluarga Berencana yang tidak halal, baik dengan sterilisasi maupun kontrasepsi yang tidak dibolehkan Gereja. Dalam kasus Anda, sekarang ini jelas bahwa Anda ingin melakukan rekayasa pemilikan anak dengan mengusulkan poligami.
Usulan ini aneh. Apalagi sebagai orang Katolik, Anda tahu bahwa pernikahan Katolik itu sekali untuk selamanya dan bersifat monogam. Anda tidak mungkin mengijinkan dengan alasan apapun, kecuali jika perkawinan Anda memang tidak sah, untuk menikah lagi. Kemandulan tidak membuat orang dapat diceraikan dan pasangannya dapat menikah lagi. Kemandulan adalah kehendak Tuhan dan harus diterima sebagai jalan hidup.
Boleh saja jika seandainya sebelum menikah orang memeriksakan dirinya ke dokter dan membuat analisa keadaan dirinya, apakah ia sehat dan memiliki kemungkinan untuk punya anak atau tidak. Jika seseorang dinyatakan punya kesulitan punya anak, tapi ia tidak impoten (tidak mampu melakukan hubungan seksual secara normal), maka ia pun tetap boleh menikah, asal menyampaikan dengan jujur kepada calon pasangan hidupnya, agar ia juga siap menghadapi masa depan tanpa kehadiran anak.
Hal-hal yang disebut sebelum ini sama sekali tidak menolak kehadiran anak maupun mengharuskan pasutri punya anak. Hal-hal itu hanya mengatakan bahwa pasutri melulu terbuka pada kehendak Tuhan, dan bukan kehendaknya sendiri. Apakah Anda sudah dapat menempatkan ajaran Gereja itu dalam hidup keluarga Anda?
Jika sekarang Anda punya dua anak adopsi, itu sangat baik dan mulia, karena Anda membantu anak-anak yang terlantar dan tanpa orangtua untuk mendapatkan kehidupan yang layak melalui Anda berdua. Tetapi, jika Anda belum merasa puas, itu adalah masalah psikologis, dan bukan masalah ajaran Gereja. Jika usia Anda tergolong muda, masih ada kemungkinan Anda untuk punya anak, misalnya melalui cek kesehatan atau terapi medis. Jika Anda sudah tergolong ber-usia lanjut, terimalah kehendak Tuhan dengan hati gembira.
Berusaha tetap bersikap realistis. Bersiaplah untuk menerima apa saja yang menjadi keputusan Tuhan, termasuk jika Anda tidak bisa mempunyai anak lewat rahim Anda sendiri. Cintailah anak-anak adopsi Anda dan jangan disia-siakan. Buatlah keluarga Anda bahagia dengan penerimaan yang utuh dan penuh iman pada kehendak baik Tuhan. Perceraian dan poligami sama sekali bukan jalan keluar dan itu membuat perkawinan Katolik menjadi sangat bermasalah. Semoga membantu.
Pastor Alexander Erwin Santoso MSF
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 45 Tanggal 8 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*