Artikel Terbaru

Keallahan Yesus

Keallahan Yesus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKetika Sabda Allah masuk ke dalam sejarah, apakah berarti bahwa sebagai manusia, Yesus juga mengalami perkembangan seperti kita manusia pada umumnya, ataukah bayi Yesus sudah langsung menyadari bahwa Dia adalah penjelmaan Allah?

Aloysius Setyo Darminto, Tuban

Pertama, ketika Sabda Allah masuk ke dalam sejarah umat manusia, Sang Sabda meninggalkan keallahan-Nya dan mengambil rupa seorang manusia sepenuhnya. Hal ini dapat kita simak dalam surat Paulus kepada umat di Filipi: “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Flp 2:6). Sang Sabda “menanggalkan keallahan-Nya” dan sungguh-sungguh menjadi manusia sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa (Ibr 2:14; 4:15). Putra Allah masuk ke dalam sejarah manusia dengan menjadi manusia “yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa” (Rm 8:3), dan “telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia” (1Tim 3:16). Sebagai manusia, Yesus juga mengalami perkembangan seperti manusia pada umumnya. Penginjil Lukas adalah satu-satunya pengarang yang secara jelas melukiskan adanya perkembangan pada diri Yesus. Lukas memberikan kesaksian: “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya” (Luk 2:40). Sekali lagi, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:52).

Kedua, perlu kita sadari bahwa Injil ditulis untuk menyatakan kepada kita apa yang harus kita ketahui tentang Yesus sebagai Penyelamat. Injil-injil itu tidak bertujuan untuk memberitahukan apa yang Yesus sendiri ketahui tentang diri-Nya sendiri. Karena itu, sulitlah kita menemukan teks Kitab Suci yang menyatakan pengetahuan bayi Yesus akan keallahan-Nya. Kita mengakui bahwa Yesus adalah Putra Allah. Jati diri sebagai Putra Allah itu pastilah bukan diperoleh baru sesudah kebangkitan-Nya, tetapi Dia sudah dan selalu adalah Putra Allah sejak kekal. Sejak kekal Dia berada di pangkuan Bapa (Yoh 1:18). Sejauh tentang pengetahuan bayi Yesus tentang keallahan-Nya,
kita hanya bisa memprakirakan.

Berdasarkan ketotalan penjelmaan Sang Sabda ke dalam sejarah manusia tersebut, kita bisa mengatakan bahwa sebatas pengetahuan manusiawi, bayi Yesus pasti tidak mempunyai pengetahuan tentang jati diri-Nya sebagai penjelmaan Allah. “Seluruh keallahan-Nya sudah ditanggalkan” dan bayi manusiawi Yesus adalah juga seperti bayi manusia lainnya, yang tidak mempunyai pengetahuan tentang keallahan-Nya. Juga bisa dikatakan bahwa pengetahuan manusiawi tentang keallahan-Nya juga tidak tampak selama perkembangan Yesus di Nazaret bersama ibu-Nya, Maria. Sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan Yesus, Bunda Maria belum sampai pada kepastian pengetahuan manusiawi tentang keallahan Yesus, pada saat Yesus diketemukan kembali di kenisah. Maria dan Yusuf “tidak mengerti” apa artinya bahwa Yesus harus berada di rumah Bapa-Nya (Luk 2:50). Maria menyimpan semua perkara itu dalam hatinya dan merenungkan arti kata-kata Yesus. Pertanyaan yang sulit dijawab ialah bagaimana Yesus (yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia) sebagai manusia tidak dikuasai oleh keilahian-Nya.

Ketiga, jati diri sepenuhnya sebagai manusia juga nampak dalam perkembangan Yesus di Nazaret. Lukas menunjukkan bahwa sebagai manusia Yesus juga mengalami perkembangan (Luk 2:40.52). Injil Markus juga memberikan kesaksian bahwa di kampung halamannya, Yesus tidak menunjukkan kemampuan luar biasa yang bisa membuat kerabat-Nya
mengenali keilahian-Nya. Mereka mengira Yesus sudah tidak waras lagi, karena dia tidak makan (Mrk 3:21). Yesus dikenal sebagai manusia biasa sehingga orang sekampungnya heran tentang kemampuan-Nya mengajar dan mengadakan mukjizat. “Dari mana diperoleh-Nya semua itu? Bukankah Ia tukang kayu, anak Maria …?” (Mrk 6:2-3). Demikian pula, Yesus dicobai dan digodai sama seperti kita (Ibr 4:15)..

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 52 Tanggal 25 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*