Artikel Terbaru

Maria Dalam Injil Markus

[NN]
Maria Dalam Injil Markus
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comMengapa Injil Markus sangat jarang menyebut Maria? Dalam Mrk 3:34-35, mengapa Yesus menolak mengakui relasi biologis dengan Maria? Apakah sikap Yesus ini terkait dengan sikap keluarga yang menolak Yesus dan menganggap diri-Nya sudah tidak waras (Mrk 3:21)? Mengapa tidak disertakan bapak Yesus dalam perikop itu? Mengapa dalam Mrk 6:3 Yesus disebut sebagai anak Maria, bukan anak Yusuf?
Albertus de Trapani Prima D, Sidoarjo
Pertama, dalam Injil Markus, perikop 3:31-35 memang adalah satu-satunya kemunculan Maria dalam seluruh Injil ketiga ini. Nama Maria juga hanya disebut satu kali, yaitu dalam 6:3. Kemunculan Maria yang sangat sedikit bisa dimengerti, karena fokus utama kerygma awali ialah Yesus Kristus, Anak Allah (1:1). Injil Markus sebagai Injil yang tertua menunjukkan keadaan awal kerygma para rasul itu. Kehadiran Maria dirujuk sejauh dibutuhkan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa Yesus yang pokok. Maka, penyebutan Maria yang sedikit tidak bisa ditafsirkan sebagai indikator penolakan Yesus terhadap Maria.
Kedua, perikop Mrk 3:31- 35 harus dilihat dalam konteks keseluruhan Injil Markus, yaitu pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah (1:15) dan pembentukan komunitas keluarga Kerajaan Allah. Kerajaan Allah berarti Allah yang meraja. Allah akan meraja atau memerintah jika kehendak-Nya dilakukan. Doa Bapa Kami mengingatkan kita akan hal ini,“Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu” (bdk. Mat 6:10). Maka, yang dijadikan tolok ukur untuk menjadi anggota keluarga Yesusyang baru ialah “melakukan kehendak Allah” (ay 35; bdk. Mat 12:50; Luk 8:21).
Ikatan keluarga Allah ini mengatasi ikatan yang biasa dikenal sebagai ikatan yang paling kuat, yaitu ikatan biologis darah daging. Pilihan melakukan kehendak Allah bisa melahirkan pertentangan dalam keluarga, anak laki-laki melawan ayah, ibu melawan anak perempuan, menantu bertentangan dengan mertua (bdk. Mat 10:34-36; Luk 12: 49-53). Ikatan keluarga Allah ini sesuai dengan Mrk 10:29-30, yaitu muridYesus harus meninggalkan ayah, ibu, saudara dan segala miliknya. Meskipun lebih kuat, ikatan keluarga Allah “melakukan kehendak Allah” itu, sebenarnya tidak harus bertentangan dengan ikatan biologis.
Tujuan perikop ini ialah menyatakan ikatan Keluarga Allah, bukan menolak ikatan darah daging. Maka, tidak bisa dikatakan bahwa Yesus menolak hubungan biologis dengan Maria, ibu-Nya. Dalam seluruh Injil tak ada indikasi Yesus menolak ibu-Nya. Demikian juga, ajaran ini bukan reaksi penolakan balik Yesus terhadap kaum kerabat-Nya yang tak bisa mengerti tindakan dan ajaran Yesus.
Ketiga, jika diterapkan kepada Maria, ikatan keluarga Allah ini sepintas memberi kesan penolakan. Tetapi, jika kita mengenal pribadi Maria seperti yang ditampilkan Injil Lukas, maka kita justru bisa mengatakan sebaliknya. Yesus tidak menolak Maria, tetapi menonjolkan kualitas rohani Maria, yaitu sebagai pribadi yang melakukan kehendak Allah. Dengan kata lain, Yesus mengajak para murid melihat hubungan- Nya dengan Maria, dan juga saudara-saudari-Nya, tidak sebatas ikatan darah daging, yaitu sebagai ibu biologis, tetapi menyadari bahwa Maria pantas menjadi ibu-Nya, karena dia adalah pribadi yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah (bdk. Luk 1:38). Itulah keibuan rohani Maria terhadap Yesus.
Keempat, Mrk 3:35 tidak menyebut bapak karena dalam keluarga baru Yesus, tidak ada bapak, sebab “hanya ada satu bapamu, yang ada di surga” (Mat 23:9). Dengan menjadi bagian dari komunitas Kerajaan Allah, para murid Yesus memiliki relasi baru dengan Allah Bapa, yaitu sebagai Bapa Ilahi di surga.
Kelima, menurut tradisi, Yusuf sudah wafat ketika Yesus berumur belasan tahun. Kemudian, Yesuslah yang meneruskan pekerjaan Yusuf sebagai tukang kayu. Maka, Markus menyebut Yesus sebagai tukang kayu dan menjadi lebih dikenal sebagai anak Maria (Mrk 6:3).
Petrus Maria Handoko CM
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 41 Tanggal 11 Oktober 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*