Artikel Terbaru

Maria Melawan Ajaran Bidaah

[NN]
Maria Melawan Ajaran Bidaah
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comPertama, berhadapan dengan judul “Maria Pembela Ajaran Bidaah, menurut St Cyrillus dari Yerusalem” pembaca memang bisa tersesat jika tidak membaca isi tulisannya. Jika menyimak isi tulisannya, maka kita akan mengerti maksud judul itu yang sebenarnya. Maksud itu tertulis tersebut, “Bunda Maria, Bunda Allah, merupakan benteng yang menegakkan serta mempertahankan keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus dari segala ajaran bidaah.” Jadi, supaya tidak menyesatkan, judul itu bisa diperbaiki sebagai “Maria Pembela Melawan Ajaran Bidaah.” Judul ini menunjukkan dengan jelas bahwa Bunda Maria adalah pembela ajaran yang benar yang diberikan Gereja.
Kedua, Maria menjadi pembela utama ajaran Gereja karena Marialah yang sungguh mengalami proses pengandungan Sang Sabda dalam rahimnya, yaitu tidak melalui proses persetubuhan dan penerimaan benih seorang pria, melainkan melalui kuasa Roh Kudus. Proses ini menonjolkan keilahian janin yang masuk ke dalam kandungannya secara ajaib. Dalam kesadaran, Maria tahu persis bahwa bayi dalam kandungannya berasal dari Allah. Keilahian Sang Putra disimbolkan dalam uraian tentang keperawanan Maria ketika mengandung (virgintas ante partum).
Maria juga mengalami masa pengandungan, kelahiran, dan mengasuh Yesus yang menunjukkan kemanusiaan seperti manusia yang lain. Di sini, St Cyrillus hendak menonjolkan peran manusiawi Maria dalam mengasuh dan mendidik Yesus yang adalah sungguh manusia. Keibuan Maria tidak terbatas kepada pengandungan saja, tetapi juga dalam mengasuh, membesarkan, dan mendidik Yesus.
Dalam arti inilah Bunda Maria menjadi pembela melawan ajaran bidaah yang mau menyangkal keilahian Yesus dan menyamakan Yesus dengan manusia biasa atau juga dengan manusia super. Bunda Maria menjadi pembela ajaran yang benar melawan bidaah yang hendak menyangkal kemanusiawian Yesus, dan hanya melihat Yesus sebagai Allah. Karena bersentuhan langsung dengan misteri penjelmaan Sang Putra ini, Bunda Maria menjadi pembela utama melawan ajaran bidaah.
Ketiga, St Cyrillus melihat Bunda Maria sebagai sosok perawan dan bunda dengan kemurnian hati yang pasrah kepada Allah dan Kabar Gembira- Nya menjadi jaminan kebenaran misteri penjelmaan Sang Sabda. Bunda Maria yang seluruh hati dan akal budi murni menerima Kabar Ilahi dalam segala kesederhanaan. Hati dan akal budi yang demikian itu akan menerima kebenaran agung dan tidak terbelokkan.
Keempat, tentang St Louis Marie de Monfort, sangat mungkin penerjemah tulisan asli adalah orang yang tidak beragama Katolik. Karena itu, tidak dibedakan antara romo dengan pendeta. Tentu saja St Louis Maria de Monfort adalah seorang Katolik dan karena itu dia bukan pendeta, tetapi seorang imam Katolik. Misionaris berarti seorang yang diutus. Pengutusan itu bisa saja dilakukan, baik kepada imam Katolik atau kepada pendeta Kristen. Jadi, keduanya bisa menjadi misionaris.
Dua pertanyaan di atas menunjukkan betapa penting peran seorang penerjemah yang beragama Katolik dan mempunyai latar belakang teologis. Seorang beriman yang memiliki pengertian teologis sederhana pasti tahu bahwa tidak mungkin Bunda Maria menjadi pembela ajaran bidaah.
Petrus Maria Handoko CM
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 40 Tanggal 4 Oktober 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*