Artikel Terbaru

Selalu Ditolak Cewek

Ilustrasi; Dok. HIDUP
Selalu Ditolak Cewek
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, saya Alfred, asal Palembang, 22 tahun. Selama ini saya belum pernah merasakan indahnya pacaran. Saya selalu ditolak cewek, baik secara halus maupun kasar. Kata-kata yang sering saya dengar bila ditolak, “Ngaca dong! Kamu siapa?” Atau lebih ekstrim lagi,“Mendingan saya pacaran dengan kucing daripada kamu.” Sakit juga mendengar kata-kata itu. Padahal sifat saya tidak jelek-jelek amat. Tak pernah terlibat kekerasan, bukan pemabuk dan perokok, apalagi penyakit sosial. Keluarga saya taat beragama. Pekerjaan masih menjanjikan. Lebih sakit adalah cewek itu justru menerima cowok lain yang pernah menggunakan narkoba. Pertanyaan saya, mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah tampang yang menjadi alasan? Atau, Tuhan punya rencana lain? Mohon bimbingan. Terima kasih.
Alfred, Palembang.
Alfred terkasih, senang bisa kenal Anda. Pacaran adalah suatu masa yang digunakan dua orang untuk saling mengenal dan memahami secara mendalam karakter masingmasing guna mencapai penerimaan satu sama lain menuju tahap perkawinandan hidup berkeluarga.
Inilah proses amat penting, karena masing-masing dapat dipastikan punya banyak perbedaan, tak hanya beda jenis kelamin tapi juga beda latar belakang budaya, kebiasaan dan aturan keluarga, nilai dan karakter diri, serta perbedaan yang lain, dari yang sepele hingga prinsip. Sangat penting disadari, pacaran adalah masa amat singkat jika dibandingkan dengan hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga dapat mencapai 50 tahun bahkan lebih, sedangkan masa pacaran lima tahun saja sudah dianggap terlalu lama. Jangan pertaruhkan masa singkat itu demi hidup berkeluargayang panjang.
Pacaran itu melalui beberapa tahap. Pertama, perjumpaan dan perkenalan. Kedua, ketertarikan dan pendekatan. Ketiga, berpacaran. Jika selama berpacaran diperoleh kesesuaiankecocokan, proses ini dilanjutkan ke perkawinan.
Dalam tahap perjumpaan dan perkenalan, kesan pertama yang ditampilkan amat penting, yaitu apa yang dinampakkan seseorang dan segera diamati orang lain, seperti cara berpakaian – baju dan asesoris – cara berbicara, gerak tubuh, bahkan parfum yang dipakai. Ini menimbulkan kesan pertama, baik positif maupun negatif. Kesan pertama perjumpaan positif membuka peluang pada perkenalan.
Perkenalan yang positif dapat berlanjut pada ketertarikan satu sama lain sehingga dilanjutkan dengan pendekatan. Proses pendekatan dapat disebabkan (hanya) satu pihak tertarik, tapi dapat juga dua-duanya saling tertarik. Jika dua pihak saling tertarik, besar kemungkinan berlanjut ke tahap pacaran.
Menyimak surat Anda, nampaknya Anda selama ini selalu gagal dalam proses pendekatan. Karena gagal dalam pendekatan, yang perlu diperhatikan adalah tahap-tahap sebelumnya. Disarankan, Anda mengintrospeksi dan mengevaluasi diri.
Mintalah pada salah seorang sahabat yang Anda percaya untuk mengevaluasi penampilan Anda, apa yang kurang dan berlebihan pada diri Anda. Hal yang berlebihan kadang membuat orang lain enggan mendekat, tapi kekurangan dalam penampilan dapat ditingkatkan. Mintalah pada sahabat Anda untuk mengevaluasi pembawaan Anda, baik cara berbicara, ngobrol atau berkomunikasi. Evaluasilah cara Anda “menyajikan diri” di hadapan orang lain, terutama para gadis. Cara berkomunikasi sebenarnya dapat dilatih dengan bergaul seluasluasnya. Dengan banyak bergaul, Anda akan makin piawai dalam ngobrol dan berkomunikasi. Pergaulan luas akan membantu mengenal banyak gadis dengan aneka penampilan dan karakter. Dengan mengenal banyak gadis, makin mudah pula bagi Anda untuk mencari alternatif gadis lain yang hendak didekati.
Jika selama ini Anda belum menemukan gadis idaman, jangan patah arang. Allah memberikan pasangan bagi Anda, hanya saja Anda belum menemukannya. Gantilah cara Anda mendekati gadis. Amati cara teman-teman mendekati gadis. Ubahlah sedikit cara yang digunakan teman itu. Cepat atau lambat, Anda akan menemukan tambatan hati. Tetap semangat, semoga sukses.
Y. Bagus Wismanto
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 43 Tanggal 25 Oktober 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*