Artikel Terbaru

Menimbang Memilih

Menimbang Memilih
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – PILKADA 2017 serentak kian menghangat. Dalam hitungan hari, di tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota, akan digelar pemilihan kepala daerah secara langsung. Masa kampanye pun sudah semarak. Debat para pasangan calon pemimpin daerah semakin mendidih. Seperti biasa, pada masa-masa ini, isu-isu yang amat sensitif bisa dijadikan sarana kampanye hitam.

Janji-janji politik, program, dan strategi para pasangan calon digelontorkan demi menuai suara di hari pemilihan nanti. Masyarakat, termasuk umat Katolik pun mengamati dengan beragam perasaan. Ada yang antusias, skeptis, bahkan ada yang acuh tak acuh. Apa sih yang sebenarnya paling penting kita tunggu-tunggu?

Yang dinanti-nantikan adalah melihat para pemimpin terpilih nanti mewujudnyatakan janji-janji kampanyenya. Isi janji atau program selama kampanye tentu baik semua, penuh dengan pesan moral dan demi kesejahteraan bersama. Suasana yang ditawarkan dan hendak diciptakan adalah aman, damai, bahagia, dan tenteram.

Nah, sebelum sampai di situ, perlulah sebuah petunjuk yang bisa menjadi pegangan umat dalam memilih para calon pemimpinnya. Dalam Seruan Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia menyambut Pilkada 2017, para Uskup membuat kriteria para calon pemimpin yang layak dipilih umat. “Para calon pemimpin daerah yang akan kita pilih harus dipastikan orang bijak, yang menghayati nilai-nilai agamanya dengan baik dan benar, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan, serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Calon pemimpin daerah yang jelas-jelas berwawasan sempit, cenderung mementingkan kelompok, terindikasi bermental koruptif dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan, jangan dipilih.”

Para Uskup juga mengingatkan umat agar berhati-hati dengan jebakan atau ikut dalam politik uang yang dilakukan calon untuk mendapatkan dukungan suara. Politik uang bertentangan dengan ajaran Kristiani dan merusak asas-asas demokrasi.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga perlu dipertimbangkan dalam memilih pemimpin. Pertama, ia tipe orang yang berkehendak memberikan yang terbaik yang ia miliki. Para kandidat tentu sudah mengatakan tekad ini di depan khalayak calon pemilih. Persoalannya, tekad “terbaik yang diberikan” hanya tepat bila sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Apa yang harus ia lakukan bila masyarakat membutuhkan sesuatu yang melampaui apa yang ia miliki? Hampir pasti hal ini bakal terjadi. Sehebat apapun pemimpin, ia tak bisa bekerja sendirian. Di sinilah
tipe kedua timbul.

Kedua, ia tipe pemimpin yang mampu mengundang dan merangkul banyak pihak untuk berkarya bersama menghadapi aneka tantangan. Maka, pilihlah pemimpin yang dengan penuh kerendahan hati mengajak semua orang membangun daerahnya demi kesejahteraan masyarakat. Dari sini juga muncul tipe yang ketiga.

Ketiga, ia tipe pemimpin yang memiliki reputasi dan sikap terbuka dengan banyak pihak. Reputasi amat penting, karena akan menentukan orang lain untuk menyampaikan sikap percaya atau sebaliknya. Sikap terbuka atau transparan juga memungkinkan seorang pemimpin membangun kepercayaan dalam masyarakat.

Apakah ada calon pemimpin daerah yang memiliki kriteria tersebut? Semua itu akan menjadi bahan pertimbangan kita dalam memilih nanti.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 6 Tanggal 5 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*