Artikel Terbaru

Justin Avemaria Coupertino Umbu: Dia Diciptakan oleh Fotografi

Justin Avemaria Coupertino Umbu
[HIDUP/Stefanus P. Elu]
Justin Avemaria Coupertino Umbu: Dia Diciptakan oleh Fotografi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comLebih dari 20 tahun, Umbu bergumul dengan dunia fotografi . Akhirnya tersadar, dia diciptakan oleh fotografi . “Human interest” adalah aspek yang paling ia sukai.

Sampan yang ditumpangi Umbu terombang-ambing. Gulungan ombak datang berkali-kali. Tangannya menggenggam erat sebuah kamera. Tak jauh darinya, ada sebuah peledang atau perahu layar orang Lamalera dengan orang-orang yang sedang berjibaku menahan tali kendali. Orang-orang itu sedang mengendalikan amukan “si raja laut” yang sudah tersangkut di ujung tombak. Sesekali, sambil menjaga keseimbangan, ia mengangkat kamera dan memotret ke arah perahu itu. Air laut di sekitar sampan yang ditumpangi Umbu dan perahu tempat orang-orang itu berjibaku, memerah oleh darah.

“Itu pengalaman yang tak pernah akan saya lupakan. Di situlah saya dibaptis sebagai fotografer,” ujar Umbu mengenang peristiwa yang ia saksikan 15 tahun silam. Waktu itu, ia menggumuli dunia fotografi. Seorang temannya, asal Flores, mengajaknya untuk memotret penangkapan ikan paus di Lamalera, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Tanpa banyak mikir, Umbu mengiyakan dan segera berangkat ke Lamalera. Ia tak mau melewatkan kesempatan emas itu. Ketika di atas sampan yang terombang-ambing oleh gelombang siang itu, ia baru sadar, ia tak pandai berenang. “Tapi saya hanya pasrah. Fokus saya adalah memotret proses penangkapan ikan paus.”

Umbu mengenang, hari itu ia benar-benar menyaksikan sebuah perjuangan dan kerja keras yang luar biasa. “Saya menyaksikan jalan salib si ikan paus, dari sejak dia ditusuk hingga ke pinggir pantai,” ujar Umbu.

Proses itu tak sebentar. Ia bersama rombongan berangkat sekitar pukul 09.00 pagi dan pulang dipandu navigasi api dan obor yang dibuat ibu-ibu di pesisir pantai. Hari sudah malam.

Menjadi Fotografer
Aksi heroik ketika memotret penangkapan ikan paus di Lamalera hanya salah satu dari sekian peristiwa yang pernah dijepret Umbu. Pemilik nama lengkap Justin Avemaria Coupertino Umbu ini juga pernah memotret tsunami Aceh pada 2004. Ketika itu, ia berangkat ke Aceh bukan dengan tujuan memotret. Ia datang ke sana sebagai relawan. “Di hari terakhir sebelum pulang ke Jakarta, saya mengeluarkan kamera dan memotret,” urainya mengenang. Tapi Umbu tak memotret jasad manusia yang berserakan. Ia hanya mengabadikan bangunan-bangunan yang roboh akibat terjangan “air bah” itu.

Pria yang pernah mencicip pendidikan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero, Flores ini mengawali asah bakat fotografinya di Pusat Kateketik Yogyakarta pada 1991. Ia mempelajari dunia jepret-menjepret itu selama setahun. Di bawah asuhan Romo Rudi Hoffman SJ, Umbu juga belajar membuat film pendek. Tak pelak dalam hati Umbu tebersit impian. Seusai belajar fotografi dan film dokumenter, ia mau belajar seni rupa.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*