Artikel Terbaru

Hobi Suami Bermain Games Online

[NN]
Hobi Suami Bermain Games Online
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, nama saya Ratna dan sudah menikah satu tahun yang lalu. Suami saya mempunyai hobi bermain games online di HP atau laptopnya. Setiap pulang kerja, ia menghabiskan waktu dengan bermain games online, seolah tak ada waktu untuk saya. Sebagai istri, saya mengharapkan kesempatan yang romantis bersamanya, atau paling tidak bisa bersenda gurau dengannya. Bagaimana caranya mengatasi hal ini?
Ratna, Jakarta
Dear Bu Ratna, puji Tuhan kita bisa berkenalan dan berdiskusi di sini. Semoga Anda dalam keadaan baik-baik saja, walau di tengah kegalauan hati atas aktivitas suami. Anda baru (atau sudah) menikah satu tahun yang lalu, maka dapat dikatakan masih pengantin baru dan biasanya juga baru mulai menikmati indahnya kehidupan suami istri, dengan romantisme, senda gurau dan rutinitas sehari-hari. Pastinya juga berharap segera dikaruniai anak untuk melengkapi hidup perkawinan Anda. Pun berharap beraktivitas bersama di rumah atau bepergian berdua usai pulang kerja.
Maka, sangat tak nyaman bila sudah berada di rumah, tapi tetap beraktivitas sendiri-sendiri. Inilah yang dialami Bu Ratna. Suami sibuk bermain games online, hobinya, tanpa menghiraukan keberadaan istri.
Jika Bu Ratna mengatakannya sebagai hobi, nampaknya kegemaran suami ini sudah berjalan lama. Mungkin saat berpacaran, hobi ini juga sudah berlangsung, tapi Bu Ratna masih bisa memaklumi dan berharap, setelah pernikahan hal ini berhenti. Namun kegemaran ini justru kian meningkat, semakin tak peduli dengan istri bila sudah bermain games online.
Memang, sesuatu yang menyenangkan dan nikmat akan cenderung diulang. Hal ini akan makin meningkat bila tak ada yang mencoba mengendalikannya. Hal ini sejalan dengan teori Thorndike, tokoh Psikologi Behavioristik. Lalu, apa yang harus dilakukan jika yang diulang itu menjadikan kertidaknyamanan bagi orang lain, terlebih orang terdekatnya?
Bu Ratna, tetaplah tenang, tidak emosional menghadapi situasi ini, supaya suami tidak marah, karena kenikmatannya terusik. Memang tak mudah, tapi jika dihadapi dengan kemarahan, situasi bisa menjadi kacau. Tetaplah sambut dengan senyuman jika suami pulang kerja, berikan atau sediakan hal-hal yang ia sukai, misalnya makanan. Temani dalam aktivitasnya dan jika situasi memungkinkan ungkapkan apa yang Anda rasakan, berkaitan dengan aktivitas suami yang selalu asyik bermai games online bila pulang kerja.
Namun sebaiknya dengan gaya bicara yang menyenangkan, dengan senyum dan kata-kata yang enak didengar. Karena yang dikatakan sebagai ‘hobi’, tidaklah mudah untuk dihentikan aktivitasnya begitu saja. Mungkin tetap diberi kesempatan untuk bermain, tapi lebih diatur waktunya.
Dengan demikian, bermain games online ternyata dapat menjadi media untuk menjaga romantisme dan kemesraan. Maka ada baiknya Bu Ratna juga mencoba untuk mengerti apa yang dimainkan suami, jadi masuk dalam kegiatan suami, sehingga diharapkan dapat mengubah perhatian dan pikiran suami, “Ternyata istriku juga mau tahu hobiku.” Namun hal ini sebagai cara pendekatan ke suami, janganlah ikut terpengaruh secara
intens.
Selain itu, komunikasi intens antara suami istri sangat diharapkan. Tak harus waktunya lama, dengan waktu yang sebentar pun juga dapat intens, asal tercipta hubungan harmonis dan komunikasi efektif. Maka carilah kesempatan untuk berbincang bersama, menata kembali tujuan berumah tangga dan merencanakan kegiatan. Kesempatan itu dapat dilakukan menjelang tidur, saat sarapan pagi sebelum bekerja atau saat berada di perjalanan. Sambil mengobrol, dapat diselipkan hal-hal yang diharapkan. Jadi tak terlalu serius, tetap menjaga ketenangan, kesabaran, tidak emosional, dan dengan senyuman.
Suatu romantisme dan kemesraan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tak harus dengan waktu khusus, tapi saat melakukan aktivitas bersama. Buatlah situasi menyenangkan, sehingga menjadi sesuatu yang dinanti suami, siapa tahu sedikit demi sedikit dapat mengalihkan hobi suami. Yang pasti, selalu komunikasikan sesuatu yang Anda rasakan pada suami, entah menyenangkan atau tidak menyenangkan, untuk mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan dalam berumahtangga. Biasakanlah selalu berdoa bersama tiap malam sebelum tidur, sebagai aktivitas rutin Anda berdua.
Emiliana Primastuti
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 36 Tanggal 6 September 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*