Artikel Terbaru

Natal Anugerah Cinta

Natal Anugerah Cinta
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Hari Natal adalah momen yang spesial bagi umat Kristiani. Bagi sebagian dari kita, hari Natal menjadi saat memberikan bingkisan Natal kepada para anggota keluarga, teman-teman, kerabat, dan kepada orang yang berkekurangan. Namun harus kita ingat, makna Natal bukan hanya tentang bingkisan atau kado. Makna Natal yang sejati adalah Allah menghadiahkan anugerah cinta kepada umat-Nya dalam diri Putra-Nya yang tunggal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

Inkarnasi adalah alasan utama mengapa kasih terhadap Allah tidak bisa dipisahkan dengan kasih terhadap sesama (Dietrich Bonhoeffer). Maka panggilan kita, yakni membagikan anugerah cinta yang telah kita terima dari Allah kepada sesama, terutama orang-orang yang kita temui setiap hari dalam perjalanan hidup. Memang sangat mudah untuk mengatakan, namun tidak selalu mudah menghidupinya, karena anugerah cinta ini bukan sesuatu yang hanya tinggal dalam perasaan saja, tetapi juga dalam laku kehidupan.

Memberikan anugerah cinta kepada sesama membutuhkan kesabaran dan kerendahan hati, keberanian, dan keuletan. Secara khusus ketika kita menghadapi kesulitan, persoalan, bahkan tragedi dalam perjalanan hidup, entah secara pribadi, dalam keluarga, masyarakat, sebagai umat beriman, bahkan sebagai sebuah bangsa.

Ketika kita melihat keadaan dunia sekitar penuh kebencian, akan sangat mudah bagi kita mengatakan bahwa tidak mungkin membagikan anugerah cinta dalam keadaan seperti itu. Namun perlu kita ingat, para ibu Wanita Katolik RI yang membagikan nasi bungkus kepada para demonstran di Jakarta beberapa waktu lalu. Ini adalah salah satu contoh bagaimana kita membagikan anugerah cinta di tengah tantangan hidup, bahkan di tengah situasi yang bernuansa dendam dan kebencian. Kita yakini Roh Kudus yang membimbing dan memampukan para ibu itu ketika membagikan anugerah cinta kepada para demonstran. Demikian juga dalam hidup ini, kita dapat membagikan anugerah cinta kepada sesama karena Roh Kudus yang membantu dan memampukan, bukan karena kekuatan diri sendiri.

Sebagian orang, mungkin diri kita termasuk di dalamnya, terkadang merasa tidak ada artinya merayakan Natal; anugerah cinta yang telah kita terima dalam peristiwa inkarnasi, hanya karena persoalan hidup yang sedang dihadapi. Kita harus ingat, kisah Natal adalah kisah cinta dalam persoalan hidup.

Bagi Maria dan Yosef mengemban tugas sebagai orangtua bayi Yesus bukanlah tanpa persoalan hidup: Bunda Maria melahirkan Putra-Nya dalam keadaan serba kekurangan di sebuah palungan (Luk 2:7), Bunda Maria serta suaminya Yosef dalam ketakutan harus membawa bayi mungil mereka mengungsi ke Mesir untuk menghindari rencana pembunuhan terhadap Sang Bayi Kudus (Mat 2:13-14).

Mereka menjalani semua persoalan hidup karena keyakinan akan anugerah cinta yang telah mereka terima dalam diri Sang Immanuel, Allah yang selalu menyertai perjalanan hidup mereka.

Paus Fransiskus mengatakan, “Cinta adalah kekuatan yang menyadarkan kita kembali ke hidup yang baru dan menanamkan dalam diri kita keberanian melihat masa depan dengan sebuah harapan.” Bapa Suci mengajak kita untuk memiliki sikap optimis dalam menjalani kehidupan, karena anugerah cinta yang telah kita terima jauh melampaui persoalan hidup yang kita hadapi.

Karena Allah Bapa Surgawi telah menghadiahkan kepada kita anugerah cinta yang tak terbatas melalui Putra-Nya yang tunggal, Sang Immanuel, maka perlu kita rayakan secara khusus dalam masa Natal ini. Perayaan Natal menjadi pengingat bagi kita bahwa Allah selalu menyertai kita dalam perjalanan hidup. Selamat merayakan Natal.

Bavo Samosir OCSO

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 52 Tanggal 25 Desember 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*