Artikel Terbaru

Takut Memperkenalkan Pacar

Ilustrasi: Dok. HIDUP
Takut Memperkenalkan Pacar
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, nama saya Renne, mahasiswi semester IV, berusia 20 tahun. Saya anak tunggal. Selama sepuluh bulan terakhir, saya berpacaran dengan jejaka yang usianya terpaut tujuh tahun lebih tua dari saya. Ia sangat baik, dewasa, pengertian dan memiliki pekerjaan yang bagus.
 
Sampai sekarang, saya masih takut memperkenalkan pacar kepada orangtua. Papa saya pernah melarang dan memberi syarat agar saya menyelesaikan kuliah terlebih dahulu sebelum berpacaran.
 
Meski pacar saya mengerti, saya tetap merasa tidak enak padanya. Beberapa kali saya coba berbicara kepada papa dan mama. Saya masih takut untuk mengatakannya. Saya mohon saran dari pengasuh. Terima kasih.
Renne, Jakarta.
Dear Renne, pacaran adalah relasi yang umum terjadi pada remaja yang akan memasuki usia dewasa. Salah satu tugas manusia dari sisi perkembangan psikologis mengarah pada pencarian pasangan hidup, mengingat organ reproduksi sudah mulai siap untuk berproduksi (tertarik lawan jenis, mulai muncul dorongan seksual) dan tingkat kematangan berpikir juga sudah mulai matang (berpikir tentang masa depan/cita-cita, dengan siapa akan hidup). Manusia tidak bisa menghentikan kematangan fisik dan psikologis karena hal ini alamiah.
Latar belakang Anda sebagai anak tunggal, membuat orangtua teramat sayang dan khawatir akan adanya sesuatu yang mengganggu masa depan. Hal ini menyebabkan orangtua melarang Anda berpacaran. Ada banyak cara orangtua untuk melindungi anaknya. Ada yang menjodohkan anaknya. Ada yang menjadi otoriter dengan membatasi pergaulan, termasuk tidak boleh berpacaran sebelum selesai studi.
Perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya tidak ada orangtua yang ingin menjerumuskan anaknya. Pemikiran positif ini akan membuat Anda mengerti dan tahu harus bagaimana melangkah. Mengapa orangtua melarang Anda berpacaran karena khawatir hal itu akan mengganggu studi.
Yang perlu Anda lakukan adalah membuat orangtua tidak merasa khawatir akan masa depan Anda. Ada banyak cara. Misalnya, Anda tunjukkan indeks prestasi yang baik. Tunjukkan pula perilaku yang bertanggung jawab dan sopan. Tunjukkan bahwa studi adalah prioritas Anda. Ini sesuai dengan harapan orangtua.
Butuh waktu bagi Anda memperkenalkan pacar kepada orangtua. Bisa jadi orangtua belum siap mengetahui Anda berpacaran. Anda dapat mengundang pacar ke rumah, lalu kenalkan dia kepada orangtua sebagai teman terlebih dahulu. Usahakan pacar datang ke rumah tidak sendirian tapi bersama teman-teman. Langkah ini akan membuat orangtua merasa nyaman dan percaya bahwa Anda belum berpacaran. Dengan rencana yang matang, saya percaya pacar Anda pasti mau mengerti.
Sebagai teman, pacar Anda harus bersedia menjaga jarak bila bermain ke rumah. Mintalah kepada dia untuk menunjukkan sikap sopan dan ramah sehingga dapat menarik simpati orangtua Anda. Berikan waktu pacar Anda untuk berinteraksi dengan orangtua. Berikan informasi hal-hal yang disukai orangtua (hobi, kesukaan). Informasi ini akan sangat membantu pacar Anda sehingga dapat “nyambung” berbicara dengan orangtua. Lakukan hal ini beberapa kali tapi jangan terlalu sering. Anda harus bersabar. Setelah itu, Anda dapat minta pendapat orangtua secara santai tentang teman-teman Anda. Dengan cara ini Anda akan tahu kriteria teman yang disukai orangtua.
Kunci keberhasilan adalah komunikasi yang lancar tanpa menyebabkan kekhawatiran orangtua. Karena itu, lakukanlah komunikasi secara bertahap. Tentu saja, komunikasi ini juga harus diimbangi dengan prestasi yang membanggakan (sebagaimana saya sebutkan sebelumnya). Semua itu akan membuat orangtua merasa aman bahwa masa depan Anda akan sangat baik bahkan melebihi keluarga Anda saat ini. Saya yakin pada waktunya mereka juga akan paham perasaan Anda. Selamat berjuang!
Dr Kristiana Haryanti M.Si, Psikolog
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 34 Tanggal 23 Agustus 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*