Artikel Terbaru

Ingin Menikah dengan Janda Katolik

Ingin Menikah dengan Janda Katolik
Mohon Beri Bintang
HIDUPKATOLIK.comRomo Erwin, saya pria Katolik berusia 35 tahun. Saya sempat pacaran dan menikah dengan seorang janda yang pernah menikah secara Katolik. Karena kami tinggal beda kota, masa pacaran kami jalani secara jarak jauh dan bertemu sebulan dua kali. Kemudian, kami menikah di catatan sipil dan menerima surat nikah Gereja Kristen, dengan cara “nembak”. Setelah dua tahun, saya memutus kan untuk berpisah karena istri saya sudah tidak mencintai saya lagi.
 
Sekarang, saya sedang menjalin hubungan dengan seorang janda Katolik. Pacar saya ini memutuskan bercerai secara sipil, karena mantan suaminya telah mengkhianati dengan selingkuh berkali-kali.
 
Kami saling mencintai, dan tidak ingin menyakiti dengan mengulang kembali pengalaman seperti di pernikahan kami sebelumnya. Yang ingin saya tanyakan, apakah kami berdua bisa menikah secara Katolik? Jika bisa, langkah apa yang harus kami tempuh? Atas perhatian Romo, diucapkan banyak terima kasih.
Nicholas, Jakarta
Bapak Nicholas, tampaknya kisah cinta Anda berlangsung kurang baik, karena Anda menikah dengan seorang yang belum menyelesaikan pernikahan sebelumnya dengan baik. Pernikahan Anda yang pertama bukan hanya kurang memadai secara hukum, tetapi Anda berdua tergesa-gesa memutuskan menikah setelah proses pacaran jarak-jauh itu. Tentu hasil pengenalan menjadi kurang baik.
Anda seharusnya tidak boleh “main tabrak” dengan menikah di luar Gereja dan menggunakan cara ilegal seperti itu. Gereja menggunakan peraturan bukan terutama untuk menghalangi, tetapi demi menjamin kesucian Sakramen Perkawinan di antara suami istri yang saling mencintai dan mengenal baik. Anda adalah salah satu contoh nyata dari pelanggaran yang menghasilkan pelanggaran lain.
Dengan menikah di luar Gereja, Anda terkena ekskomunikasi dan tidak dapat menerima komuni. Demikian juga pasangan Anda. Jangan melakukan kesalahan yang sama. Anda sudah tahu bahwa pernikahan Katolik tidak terceraikan, seharusnya Anda berusaha sekuat tenaga untuk tidak menabraknya. Jika Anda menikah lagi dengan perempuan kedua yang mempunyai sejarah yang sama dengan pasangan pertama, Anda melakukan kesalahan serupa.
Pernikahan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Bersikaplah sebagai orang Katolik sejati. Ambillah keputusan yang wajar bagi seorang laki-laki seperti Anda. Menikah dengan seorang janda yang belum menerima anulasi, karena memang tidak mungkin, adalah suatu kesalahan besar. Anda harus bersama mengurus anulasinya, agar yakin bahwa memang perkawinan Anda diizinkan dan direstui Gereja.
Jika masih mungkin dan belum terlambat, saya mengusulkan kepada Anda untuk lebih memperluas pergaulan, sehingga Anda dapat menemukan lebih banyak pilihan untuk pendamping hidup Anda. Anda tidak ingin menyakiti pasangan, tetapi proses yang Anda jalani kurang bertanggung jawab, sehingga akhirnya akan menyakiti juga (karena Anda tidak menikah secara sah- Katolik). Kalau Anda tidak ingin menyakiti, berproseslah bersama hukum Gereja. Ajukanlah anulasi untuk calon istri Anda. Sementara itu, Anda dapat melanjutkan pacaran sambil mengenalnya.
Belajarlah dari kesalahan masa lalu. Jika Anda dahulu melakukan kesalahan karena kurang persiapan dan kurang mengenal, maka sekarang Anda harus lebih baik mengenalnya. Jangan merasa dikejar-kejar oleh usia. Anda memang sudah tidak muda lagi, tetapi pernikahan bukan soal muda atau tua, melainkan soal cinta sejati yang dibina sampai mati.
Kita semua ingin bahagia, tetapi kebahagiaan itu tidak harus ditempuh dengan instan. Main tabrak membuat hidup Anda menjadi sulit. Kesempatan menikah adalah kesempatan suci. Jadikan itu sebagai keputusan istimewa melalui proses yang bijaksana.
Dalam proses Gerejani, Anda harus segera menerima Sakramen Tobat, sehingga Anda dibebaskan dari ekskomunikasi dan menerima komuni kembali. Kemudian, beraktivitaslah secara aktif di Gereja, sambil mencari informasi mengenai kasus Anda juga. Semoga dengan membangun hubungan akrab dengan Allah, sambil mengadakan pendekatan serius dengan pasangan, Anda memperoleh pencerahan atas semua peristiwa ini. Demikian juga pasangan diajak untuk memikirkan semua keputusan, risiko, dan masa depan Anda berdua. Tuhan memberkati.
Alexander Erwin Santoso MSF
Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 23 Tanggal 7 Juni 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*