Artikel Terbaru

St Felix IV (+530): Inisiator Gereja St Cosmas dan Damianus

Paus Felix IV
[www.araldicavaticana]
St Felix IV (+530): Inisiator Gereja St Cosmas dan Damianus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMeski pemerintahannya pendek, Paus ini mewariskan keteladanan. Ia pun mewarisi Basilika St Cosmas dan Damianus, yang kini menjadi gelar tituler Kardinal-Imam.

Terjadi geger di Gereja Roma tahun 526. Patriark Barat kala itu, Paus Yohanes I (470-526) menjadi tawanan Raja Theodorik Agung (454-526). Raja Theodorik Agung adalah cikal bakal penguasa Italia dari Dinasti Ostrogoth (493-553). Ia menjebloskan Bapa Suci ke dalam penjara di Ravenna hingga wafat pada 18 Mei 526.

Paus Yohanes I menjadi korban kecurigaan Raja Theodorik Agung. Sang raja curiga, Paus Yohanes I telah bersekongkol dengan Kaisar Bizantium, Yustinianus I atau Yustinianus Agung (482-565). Ia menganggap bahwa persekongkolan itu adalah upaya penggulingan kekuasaannya di Italia.

Pemimpin Baru
Kala Kepatriarkan Barat sedang dirundung duka mendalam, mencuat figur seorang Kardinal-Imam bernama Felix. Putra Castorius ini menjadi Kardinal di Samnium, sebuah wilayah di Italia Selatan. Ia memiliki pengaruh besar terhadap Raja Theodorik Agung. Karena itu, Kardinal Felix dibawa ke Roma atas perintah sang raja.

Raja Theodorik Agung berencana untuk menjadikan Kardinal Felix sebagai pengganti Paus Yohanes I. Setiba di Roma, kerumuman klerus dan rakyat memilihnya menjadi Penerus Takhta St Petrus. Ia ditahbiskan sebagai Uskup Roma pada 12 Juli 526; dan mengambil nama Paus Felix IV. Paus baru ini memiliki gaya kepemimpinan khas. Dengan gaya yang sangat santun dan tegas, Paus Felix IV mampu memberikan pengaruh di sekitar istana Raja Theodorik Agung demi kepentingan Gereja.

Selang tiga bulan pasca Gereja berduka, Dinasti Ostrogoth seolah mendapatkan jatah duka. Pada 30 Agustus 526, Raja Theodorik Agung meninggal. Takhta Ostrogoth turun kepada cucunya, Athalarik (516-534). Karena masih sangat muda, jalannya pemerintahan dikendalikan oleh ibundanya, Ratu Alamasuntha (495-535), putri mendiang Raja Theodorik Agung.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*