Artikel Terbaru

Menghidupi Panggilan

Menghidupi Panggilan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam hidup banyak kegiatan yang kita lakukan sebatas rutinitas belaka. Kadang kita mengajar di kelas, tetapi kita “tertidur” atau mengikuti Ekaristi, tetapi kita “tertidur”. Seringkali kita terjebak pada rutinitas, tugas, tanpa kita mampu menemukan nilai keutamaan hidup di balik setiap kegiatan yang sebenarnya mampu membangun diri kita menjadi lebih baik. Kegiatan yang kita lakukan, seperti bekerja, mengajar, mendidik, dan belajar tidak dilakukan dengan kepenuhan hati atau totalitas sebagai seorang pribadi.

“Menghidupi”, sebuah kata yang kiranya tepat untuk menjawab sebuah panggilan hidup sebagai insan pembelajar dalam dunia pendidikan. Menghidupi sebuah panggilan, baik sebagai guru maupun siswa menjadi dasar untuk membangun totalitas atau kepenuhan hati dalam berkarya.

Pribadi yang unggul dibentuk tidak saja berdasar pada kepandaian dan kecerdasan semata, tetapi juga dibangun dari cara seseorang mampu menghidupi panggilan dengan benar dan totalitas dalam tindakan nyata sehari-hari. Misal sebagai seorang pelajar, haruslah belajar dengan sungguh-sungguh, melaksanakan tugas yang diberikan juga harus dengan kesungguhan hati, serta mampu mewujudnyatakan komitmen itu dalam setiap kegiatan hidupnya.

Dalam pendidikan karakter, menghidupi sebuah panggilan merupakan syarat utama pribadi berkarakter. Thomas Lickona (1991) menekankan tiga komponen karakter yang baik, yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang moral, dan moral action atau tindakan moral. Ketiganya diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan nilainilai kebaikan. Maka secara sederhana dapat disarikan bahwa pribadi berkarakter harus memiliki tiga pilar penting, yaitu to know, to love, dan to do.

Misalnya dalam hal kerendahan hati, seseorang dikatakan berkarakter rendah hati jika dia mengetahui kerendahan hati dengan baik, mencintai, dan melaksanakan kerendahan hati dalam tindakan nyata sehari-hari. Seseorang yang hanya to know dan to love tetapi belum to do, bukanlah pribadi berkarakter.

Hal lain untuk menghidupi sebuah panggilan adalah refleksi. Ini penting untuk membangun sebuah pribadi yang unggul. Lewat refleksi, sebuah pribadi mampu menemukan nilai keutamaan hidup yang Tuhan berikan kepadanya dalam setiap perjalanan hidup sehari-hari. Refleksi merupakan latihan rohani untuk merasa dan mencecap perkara-perkara atau pengalaman hidup secara mendalam (Sentire et gustare res interne) agar mampu menemukan nilai hidup yang dikehendaki Allah di dalam Yesus (Darminta SJ, 1993).

Terkadang kita mengetahui dan mencintai refleksi, tetapi kita tidak melakukannya karena kemalasan diri. Refleksi merupakan sarana membangun kekuatan spiritualitas dalam hidup kita agar menjadi pemimpin yang unggul. Kita butuh menyediakan waktu berefleksi setiap hari, dan hal ini akan terjadi kalau kita berkomitmen. Semakin sibuk, kita semakin memerlukan waktu untuk tetap hening agar mampu merefleksikan hidup yang berpusat pada Allah, tanpa harus meninggalkan kegiatan sehari-hari.

Pastor Tomas Bradley mengingat, salah satu prioritas yang dikerjakan Kardinal Jorge Mario Bergoglio adalah: “Rutinitas hariannya adalah berdoa, bermeditasi, membaca, dan menulis refleksi. Dia selalu berkomitmen untuk melaksanakan rutinitas itu tepat waktu”. Semua itu dilakukan agar hidupnya lebih mendalam, dan bisa memahami segala hal yang sedang terjadi sehingga mampu menentukan apa yang harus dilakukan di tengah kesibukannya (Chris Lowney, 2016).

Paus Fransiskus mengatakan bahwa pemimpin yang hebat tidak cukup dibangun oleh kecerdasan dan kepandaian, tetapi yang sangat penting adalah memiliki kemampuan spiritualitas tinggi yang dapat dibangun melalui kegiatan refleksi hidup. Hidupilah refleksi, dan refleksikan hidup, maka kita akan menemukan nilai keutamaan hidup yang mampu membangun pribadi kita menjadi pribadi yang tangguh dan unggul.

Antonius Agus Sulistyono

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 1 Tanggal 1 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*