Artikel Terbaru

Keluarga Mendampingi Pemakai Narkoba

Pasangan suami istri Johan Jacob dan Fransisca Leni.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Keluarga Mendampingi Pemakai Narkoba
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKeberadaan panti rehabilitasi dan pemberdayaan pengguna narkoba penting. Namun, itu hanya penunjang, keluarga dengan kasih dan doa tetap di garda terdepan merawat mereka.

Hujan lebat mengguyur Ibukota. Di depan sebuah rumah, seorang bocah tetap mengais onggokan sampah. Badannya menggigil hebat. Di pintu rumah, pasangan suami istri Johan Jacob dan Fransisca Leni memandang bocah itu dengan perasaan hancur. Bocah itu adalah Vincentius Victor, anak sulung mereka yang sedang sakau. “Itu pertama kali kami melihat Victor mengalami sakau. Hati kami betul-betul hancur kala itu,” kenang Leni.

Sebelumnya, ketika sedang membersihkan kamar Victor, Leni mendapati beberapa paket putaw di dalam lemari, di kamar Victor. Leni sangat terkejut. Ketika Victor pulang, ia menyapa ramah kedua orangtuanya, sebagaimana biasanya. Tak lama berselang ia keluar dari kamar dengan raut kebingungan. Ia mengamuk karena obatnya hilang. Leni mengatakan, ia sudah membuang ke tempat sampah. Victor pun mencarinya di tempat sampah.

Karena tak tahan melihat anaknya sakau di tengah hujan, Jacob meminta istrinya untuk memberikan putaw yang ia sembunyikan. Di depan mata mereka, Victor memakai putaw.

Peran Keluarga
Keesokan harinya, mereka membawa Victor ke dokter di Mangga Besar, Jakarta. Dokter memberikan beberapa obat yang dilegalkan pemerintah untuk meredam orang yang mengalami sakau. Saat itu, pusat rehabilitasi narkoba belum banyak. Victor juga enggan direhabilitasi. Pasutri ini pun membulatkan tekad untuk merawat anak mereka sendiri.

Karena sudah tidak mendapatkan modal untuk membeli narkoba, Victor kerap meradang dan berbuat apa saja untuk mendapatkan obat. Uang dan barang-barang berharga di rumah hilang begitu saja. Victor juga kerap pulang malam, bahkan sampai subuh. Leni dan Jacob yang sering menunggu dalam cemas, hanya bisa berdoa agar putranya selamat.

Suatu hari, Jacob menemui teman Victor yang baru keluar dari panti rehabilitasi. Jacob melihatnya sudah sehat. Dalam hati, Jacob berniat untuk memasukan Victor ke pusat rehabilitasi, tetapi Victor bergeming. Tak lama setelah itu, Jacob mendapat berita, temannya itu meninggal karena dipukul massa akibat mencuri. Rupanya ia memakai narkoba lagi usai keluar dari tempat rehabilitasi. Jacob menyadari, pusat rehabilitasi bukan solusi satu-satunya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*