Artikel Terbaru

Yesus Dilahirkan

Yesus Dilahirkan
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comTeman-teman non-Kristiani bertanya, jika memang Yesus itu Allah, mengapa Dia dilahirkan? Mengapa Dia disebut Anak Allah? Bukankah Allah itu tidak tergantung pada waktu dan tidak beranak? Bagaimana saya harus menjelaskan?

Yuliana Roosendaal, Semarang

Pertama, dalam Syahadat Nikea-Konstantinopel, dua kali Gereja menerapkan kata “dilahirkan” untuk Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Kemunculan pertama berbunyi, “Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa …”. Kemunculan kedua berbunyi, “Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia”. Meskipun digunakan kata yang sama, tetapi arti kedua kata itu berbeda.

Kedua, pada kemunculan yang pertama, kata “dilahirkan” (Latin: generatio) di sini tidak dimaksudkan secara biologis-harfiah seperti pada manusia dan hewan. Kata “dilahirkan” digunakan secara metaforis (gambaran, figuratif). Jika dikatakan Putra “lahir dari Bapa” berarti bahwa Putra berasal dari Bapa, seperti halnya kebijaksanaan berasal dari akal budi seseorang. Ini tidak berarti bahwa Putra pernah tidak ada dan baru kemudian diadakan. Putra sudah ada “sebelum segala abad” dan sejak kekal bersama-sama dengan dan dalam Bapa. Dia “sehakikat dengan Bapa”. Karena itu, kata “dilahirkan” langsung diikuti dengan “bukan dijadikan”, artinya bukan seperti ciptaan-ciptaan lain yang dicipta dari tidak ada menjadi ada dalam kurun waktu tertentu. Jadi, kata “dilahirkan” mempunyai arti yang sangat khusus.

Maka, sebutan “Anak Allah” tidak boleh dimengerti secara biologis, seolah Allah melahirkan anak. Sebutan “Anak Allah” juga adalah suatu gambaran, seperti halnya anak kapal, anak buah, anak emas. Kata “anak” berarti bahwa ada hubungan yang istimewa antara Allah Bapa dan Allah Anak. Hubungan istimewa antara Yesus, sebagai Anak, dengan Allah, sebagai Bapa, diungkapkan dalam kata-kata Yesus sendiri: “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30); “Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Bapa” (Yoh 14:9); serta “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku” (Yoh 14:10).

Ketiga, kemunculan kedua diawali dengan “dikandung dari Roh Kudus”; artinya bahwa Yesus yang lahir itu tidak berasal dari benih seorang bapak manusiawi, tetapi dari Roh Kudus sendiri. Kata “dilahirkan” pada kemunculan kedua merujuk pada peristiwa penjelmaan Allah Putra menjadi manusia dalam rahim Bunda Maria. Bahkan seperti layaknya manusia lain, Yesus dikandung dan dilahirkan oleh seorang Ibu, yaitu Maria (Mat 1:16.18.25; Luk 1:35; 2:6-7; bdk Gal 4:4). Maka, kata “dilahirkan” di sini sungguh-sungguh mempunyai arti biologis, yaitu bahwa bayi Yesus muncul di dunia ini melalui rahim seorang wanita, Bunda Maria.

Kelahiran bayi Yesus inilah yang dirayakan dalam perayaan Natal. Jadi, yang dirayakan bukan kelahiran Allah, tetapi kelahiran manusia Yesus yang adalah penjelmaan Allah Putra. Sebagai Allah, tentu Allah Putra tidak dilahirkan tetapi sudah ada sejak kekal. Peristiwa Natal menunjukkan bahwa Yesus itu sungguh-sungguh manusia. Allah Putra menanggalkan keallahan-Nya dan menjadi manusia seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa (Ibr 4:15).

Keempat, bisa disimpulkan bahwa dua penggunaan kata “dilahirkan” pada Syahadat Nikea-Konstatinopel merujuk pada identitas sejati Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Putra Bapa (“dilahirkan” berarti berasal dari Bapa) menurut kodrat ilahi-Nya. Keilahian Yesus ditegaskan oleh pernyataan “dikandung dari Roh Kudus”, bukan dari benih manusiawi seorang laki-laki. Menurut kodrat manusiawi-Nya, Yesus adalah Putra Maria (“dilahirkan” secara biologis). Kedua kodrat dalam diri Yesus itu disatukan dalam satu Pribadi Ilahi, maka Yesus juga adalah Putra Allah. Inilah yang dinyatakan St Paulus pada awal suratnya kepada umat di Roma: “tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan … bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa” (Rom 1:3-4).

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 2 Tanggal 8 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*