Artikel Terbaru

Beda Suku, Orangtua Tidak Merestui

Beda Suku, Orangtua Tidak Merestui
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, perkenalkan, nama saya Riski. Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta. Tahun ini saya dan pacar saya yang berprofesi sebagai dokter berencana menikah. Sayang, orangtua pacar saya tidak merestui hubungan kami karena saya berasal dari suku yang berbeda.

Sebenarnya, saya sudah tahu hal ini sejak dua tahun lalu. Namun, karena terlanjur cinta, saya tidak peduli dengan tanggapan orangtuanya tersebut. Saya mohon bantuan pengasuh, agar memberikan saran untuk mengatasi masalah ini. Terima kasih.

Riski, Jakarta

Sdr Riski yang sedang galau, mencintai dan dicintai oleh seseorang memang suatu hal menyenangkan. Hal itu dapat menambah semangat Anda dalam bekerja. Namun, apabila hubungan tersebut tidak disetujui, perasaan tersebut dapat terusik. Namun sadarlah bahwa banyak kejadian serupa dialami oleh pasangan lain.

Perlu Anda ketahui, hampir semua orangtua, terutama ibu, tentu mencintai anak-anaknya. Ialah yang melahirkan dan merawat anaknya hingga dewasa. Maka dari itu, para ibu biasanya memiliki hubungan batin yang erat dengan anak-anaknya dan peka terhadap apa yang akan terjadi pada anak mereka kelak. Apabila ibu pacar Anda tidak menyetujui hubungan kalian, hal itu terjadi karena sang ibu merasa ada “sesuatu” pada diri pacar anaknya.

Anda sebaiknya mencari bahan pertimbangan dengan melihat pengalaman orang lain yang serupa. Kata orang, pengalaman adalah guru yang baik. Jika pengalaman yang terjadi adalah sesuatu yang menyenangkan, maka hal itu dapat memotivasi Anda dalam menyelesaikan masalah. Namun, bila sebaliknya, Anda dapat mengambil hikmahnya bahwa sesuatu yang buruk belum menimpa diri Anda. Dengan demikian Anda dapat waspada dalam mengambil keputusan yang tepat agar terhindar dari keterpurukan.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah introspeksi atau mawas diri atas sikap ketidak setujuan orangtua pacar Anda. Mengingat masa pacaran kalian baru berumur dua tahun, maka perlu introspeksi: Apakah Anda benar-benar mencintai? Apakah Anda tidak hanya terpesona pada penampilannya saja? Apakah Anda tidak hanya kesengsem pada perilakunya atau apakah pacar anda juga benar-benar mencintai Anda?

Memang, pada saat jatuh cinta, orang dapat lupa diri. Getaran-getaran cinta yang dirasakan biasanya sangat kuat, bahkan ter-kadang membuat orang tidak dapat tidur. Hal itulah yang mendorong pasangan yang saling jatuh cinta untuk lebih mendekat satu dengan yang lain agar dapat mengenal lebih jauh orang yang menggetarkan hatinya. Namun, Anda harus mawas diri, apakah tujuan Anda dalam menjalin hubungan hanya untuk sesuatu yang luar biasa, agar dipandang sebagai orang yang gaul, dipandang hebat karena dia adalah perempuan idaman? Apakah karena dia seorang dokter, sehingga Anda beranggapan bahwa ia dapat menjamin kehidupan keluarga Anda kelak?

Sdr Riski harus mengetahui dengan persis apa motivasi yang terdalam dari jalinan hubungan tersebut. Profesi dokter tidak menjadi jaminan bahwa kehidupan di masa yang akan datang akan membahagiakan. Penampilan dan solah tingkah yang mempesona juga tidak menjadi jaminan akan membahagiakan Anda. Karena Anda sedang saling mengasihi, maka jangan cepat-cepat menyalahkan orangtuanya. Tetapi, telitilah motivasi yang terdalam! Apabila Anda telah menemukan motivasi yang sebenarnya, Anda akan lebih mudah untuk mengambil keputusan.

Langkah selanjutnya, berusahalah untuk memahami alasan di balik ketidak-setujuan orangtua pacar Anda. Tentu, Anda telah memahami latar belakang kehidupan keluarga Anda. Maka, cobalah bandingkan dengan kehidupan keluarga pacar Anda yang beda suku. Biasanya perbedaan latar belakang kehidupan keluarga inilah yang menjadi pertimbangan pokok bagi orangtua. Mereka biasanya memiliki intuisi yang kuat terhadap anak-anaknya, dan intuisi tersebut pada umumnya benar. Diyakini secara psikologis bahwa perilaku dan genetik orangtua menurun kepada anak-anak mereka. Atas dasar itulah, mungkin orangtua pacar Anda tidak memberikan restunya.

Y. Bagus Wismanto

Sumber: Majalah HIDUP Edisi No. 2 Tanggal 11 Januari 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*