Artikel Terbaru

Yesus dalam Al Quran

Yesus dalam Al Quran
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDalam acara Natalan RW,  seorang ustadz dalam sambutannya mengatakan bahwa Nabi Isa sangat dihormati dalam Al Quran karena cara  pengandungannya yang ajaib, karena dia adalah rasul Allah dan karena identitasnya sebagai Firman Allah. Benarkah demikian?

Yulianus Agus Purwito, Situbondo

Pertama, memang benar bahwa Al Quran meneguhkan pengandungan Isa secara ajaib, yaitu dari kuasa Roh Kudus, bukan dari benih pria: “Dan (ingatlah berita Maryam) yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kepadanya dari ruh Kami, dan Kami jadikan itu bersama putranya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam” (Ambiyaa 21:91). Hal yang sama diteguhkan lagi: “Dan Maryam putri Imran, yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan kepadanya sebahagian daripada ruh (ciptaan) Kami dan ia telah membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat” (At Tahrim 66:12).

Sekali lagi: (Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh seorang laki-laki pun (suami) dan tiadalah aku perempuan jahat.” (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, Kami hendak menjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan” (Maryam 19:19-21).

Yang dimaksud “menjadikan-Nya suatu tanda bagi manusia” adalah bahwa kelahiran Nabi Isa akan menjadi suatu wahyu bagi umat manusia sebab Dia lahir tanpa ayah manusiawi. Ungkapan “sebagai rahmat dari kami” berarti bahwa umat manusia akan diberkati oleh perwujudan tanda ini. Itulah kehendak yang sudah ditetapkan oleh Allah.

Kedua, memang benar bahwa Nabi Isa juga diakui sebagai utusan (rasul) Allah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Hanya sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah, dan (dijadikan) dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari pada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya …” (An Nisaa 4:171).

Sebagai utusan (rasul) Allah, Nabi Isa adalah tanda yang yang berasal dari Allah. Hikmah dan keterangan Nabi Isa harus diikuti agar kita takwa kepada Allah: “Dan sesungguhnya dia (Isa) adalah suatu tanda bagi kiamat maka janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu, dan ikutilah Aku, itulah jalan yang lurus. Dan janganlah sekali-kali setan memalingkan kamu, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, ‘Sungguh aku datang kepada kamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian dari pada yang kami perselisihkan padanya. Maka taqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku’” (Al Zukhruf 43:61-63).

Ketiga, Nabi Isa adalah Firman Allah. “Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan (perintah) dari Allah namanya Almasih, Isa putra Maryam seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang dekat (kepada Allah)” (Imran, 3:45; bdk Imran 4:171). Dalam bahasa aslinya, Arab, teks itu berbunyi: kalima minhu, is minhu yang berarti perkataan dari Allah, namanya …. Menarik dicermati bahwa kalima berjenis feminin, tetapi namanya berjenis maskulin. Hal ini menunjukkan bahwa kalima tidak boleh diartikan sebagai kalimat atau firman biasa, tetapi di sini adalah seorang pribadi, yaitu Nabi Isa. Maka teks di atas bisa ditafsirkan bahwa Perawan Maria akan menjadi ibu dari Firman Allah yang menjelma menjadi manusia melalui rahim Perawan Maria dan menyelamatkan manusia. Karena itu disebut Almasih. Karya Nabi Isa ini sesuai dengan nama-Nya yaitu Yesus, yang dalam bahasa Hibrani berarti Allah menyelamatkan.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 3 Tanggal 15 Januari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*